CikarangKriminal

Dua Pembobol Salon Ditangkap

DIGIRING POLISI: Salah satu pelaku pembobolan salon digiring polisi saat ungkap kasus di Polsek Cibarusah, Selasa (13/8). KARSIM PRATAMA/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Dua pemuda yang tinggal di Kecamatan Cibarusah ditangkap polisi karena membobol Salon Citra di Perumahan Taman Persada, Blok B 1 Nomor 8, Desa Cibarusah Kota, Minggu (28/7) lalu. Mereka adalah Awalludin (22) dan Sodikin (18).

Kapolsek Cibarusah, AKP Sukarman, mengatakan, mereka beraksi bersama dua orang temannya yang belum ditangkap, Dimas dan Tomi.

Kejadian bemula ketika pemilik salon, Noni Suryani menutup tokonya pada sore hari di hari yang sama. Setelah itu, Noni pulang ke rumahnya di Jonggol, Kabupaten Bogor.

Kemudian, keempat orang itu mendatangi salon milik Noni saat kondisi sedang sepi pada malam hari.  Mereka mencongkel pintu salon menggunakan obeng.

Setelah pintu berhasil dibuka, kata dia, pelaku langsung masuk ke dalam salon dan membawa barang-barang berada di dalam salon. Seperti, tape compo Politron GV70R, mesin air merek Shimizu dan hairdryer.

Setelah kejadian itu, korban melapor ke Polsek Cibarusah dan dilakukan penyelidikan. Hasilnya, ada salah satu warga yang mengenali pelaku karena pernah menjadi korban pencuiran para pelaku.

Berbekal keterangan warga, polisi menangkap Awalludin satu minggu kemudian. Selanjutnya, polisi melakukan pengembangan dan menangkap Sodikin.

”Pelaku ini sebenarnya ada empat orang, tapi dua lagi DPO. Akibat pencurian ini, korban mengalami kerugian mencapai Rp13 juta. Pelaku ini mengaku masuk ke dalam dengan cara mencongkel jendela salon,” ujarnya saat ungkap kasus di Polsek Cibarusah, Selasa (13/8).

Di tempat yang sama, Awalludin, mengaku, baru pertama kali mencuri. Hasil curian tersebut langsung dijual untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

”Saya malam itu dua kali mencuri, pertama mesin air, dan yang kedua tempat salon. Ada yang sudah di jual, hasil dibagi rata, tapi kalau yang lain dibawa sama Tomi dan Dimas saya enggak tahu. Saya sehari-hari tidak bekerja,” tuturnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 363 KUHPidana tentang Pencurian dan Pemberatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun.(pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + 7 =

Lihat Juga

Close
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker