Berita UtamaMetropolis

Operasional Bus Hibah Disorot Kemenhub

Kamis Mulai Uji Coba

DICUCI: Petugas mencuci bus hibah dari Kemenhub yang sudah dipindah ke kawasan perumahan Vida, Bantargebang, Kota Bekasi, sejak Senin (12/8). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RadarBekasi.id – Lamanya proses operasional bus hibah usai diterima pemerintah Kota Bekasi, turut disikapi Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Target operasional bus 22 Agustus mendatang dinilai cukup lama, pasca penyerahan 20 unit bus rapid transit (BRT) dan satu bus sekolah yang merupakan hibah dari Kemenhub sejak Desember 2018 lalu.

Hal itu disampaikan Direktur Angkutan Multimoda Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Ahmad Yani ketika menyambangi Kantor Dishub Kota Bekasi di Jalan Pangeran Jaya Karta Kelurahan Harapan Mulya Kecamatan Medansatria, Selasa (13/8).

Ahmad Yani yang ikut turun tangan sempat mengkritik persiapan yang dilakukan PDMP serta Dishub Kota Bekasi yang memakan waktu delapan bulan lamanya untuk mengurus sejumlah dokumen.

”Kalau dilihat, memang (persiapan) hampir delapan bulan, ini cukup lama sih, sudah delapan bulan baru selesai,” jelasnya.

Namun terlepas dari itu pihaknya mengakui bahwa untuk tarif perlu persetujuan dewan dan lainnya. Dia juga meminta bus hibah bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dilokasi yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Dadang Ginanjar beralasan, belum beroperasinya sejumlah bus itu karena masih mempersiapkan administrasi kendaraan tersebut.

”Karena ada aspek teknis yang dipersiapkan, ini sambil meluruskan informasi yang kemarin agak simpang siur. Pertama kondisi bus ini masih sangat layak, bus ini bus baru. Pertama yang harus dipersiapkan itu aspek administrasi. Bagaimana, bus ini diberikan oleh Kemenhub dalam keadaan off the road, kosong, STNK belum, otomatis plat nomor belum,” terangnya.

Dadang mengatakan pihaknya hanya menerima fisik dan faktur kendaraan saat menerima hibah dari Kemenhub pada Desember 2018. Agar kendaraan itu bisa beroperasi, maka perlu proses administrasi, terutama dalam perpindahan dari plat hitam ke kuning.

”Jadi yang kami terima hanya faktur aja. Tentunya karena ini sudah kami serahkan kepada PDMP (Perusahaan Daerah Mitra Patriot), kami serahkan pengelolaan (bus) ke PDMP ini kita kuning kan platnya. Ini ada prosesnya,” jelasnya.

Lanjut Dadang, bus hibah Kemenhub itu diletakkan di lahan kosong PDAM karena faktor keamanan. Sebelumnya, bus tersebut dititipkan di Asrama Haji Bekasi.

”Saya luruskan, yang saya amati bus itu (awalnya) di stadion (Patriot). Begitu diserahkan ke PDMP, PDMP menitipkan di asrama haji, dengan beberapa pertimbangan. Karena ada musim haji, asrama haji digunakan, sehingga PDMP mencari dimana sih lahan yang aman nyaman, karena mobil ini harus ditunggu. Pertama faktor keamanan tadi, sehingga di titip lah di lahan PDAM Tirta Patriot,” ungkap Dadang.

Saat ini, bus hibah tersebut telah memiliki pool di lahan kosong di Perumahan Vida, Bantargebang, Kota Bekasi. 21 Bus hibah itu saat ini sudah dipindahkan dari lahan kosong PDAM Tirta Patriot ke Perumahan Vida sejak Senin (12/8) malam.

Sementara, Direktur PD Mitra Patriot, Tubagus Hendra memastikan bus mulai mengaspal 22 Agustus nanti. Sebelumnya akan dilakukan uji coba terlebih dahulu pada Kamis (15/8)

”Kami sudah sepakat, kami bicara dengan Kadishub, rencananya 15 Agustus uji coba dan operasional tanggal 22 Agustus,” ujar TB Hendra yang ikut pertemuan bersama Dishub dan perwakilan Kemenhub kemarin.

Dijelaskannya, bus hibah yang bakal diperuntukan untuk tambahan armada Transpatriot dan melayani sejumlah trayek baru ini tidak banyak mengalami perubahan.  Hanya interiornya di samakan seperti Transpatriot.

”Kita tidak merubah body bus tersebut hanya interiornya saja yang akan kita samakan dengan Transpatriot,” ujarnya.

Untuk tarif angkutan, saat ini masih dalam pembahasan pihak PDMP dan Dishub Kota Bekasi. Namun, PDMP akan menggratiskan bus Transpatriot di awal launching pada Agustus-September.

”22 Agustus kita gratiskan dulu sampai awal September. Nanti masih dibicarakan tarifnya. Kita pakai tarif atas tarif bawah,” terang Tubagus.

Sebagai informasi, Kota Bekasi telah memiliki sembilan bus Transpatriot dengan rute, Terminal Bekasi-Harapan Indah. Kemudian Pemkot Bekasi mendapatkan hibah 21 bus dari Kemenhub.

Sebanyak 20 Bus hibah Kemenhub akan difungsikan sebagai Transpatriot sedangkan 1 bus akan dijadikan bus sekolah. (pay)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − 11 =

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker