Olahraga

Akses Masuk Stadion Wibawamukti bakal Diperketat

Pantau Keluar Masuk Kendaraan, Termasuk Atlet

stadion
BAKAL DIPERKETAT: Warga ketika berada di area komplek Stadion Wibawamukti, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Disbudpora Kabupaten Bekasi berencana memperketat akses masuk ke stadion. DANI IBRAHIM/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Aturan baru untuk akses masuk ke Stadion Wibawamukti (WBM) akan dikeluarkan Dinas Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi. Apa saja aturan baru tersebut dan seperti apa penerapannya?, berikut laporannya.

Atlet serta pengurus cabang olahraga di Kabupaten Bekasi tidak lagi bisa leluasa keluar masuk area stadion. Disbudpora Kabupaten Bekasi berencana mengeluarkan aturan baru untuk akses masuk ke komplek Stadion Wibawamukti.

Aturan tersebut berlaku bagi kendaraan yang keluar masuk ke area komplek stadion, termasuk pada penggiat olahraga yang kerap beraktivitas sekitaran Komplek Stadion megah milik masyarakat Kabupaten Bekasi tersebut.

”Kita sudah buatkan surat semacam edaran. Nanti kendaraan didata dan rencananya pakai stiker,” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disbudpora Kabupaten Bekasi, Deny Rusnandi kepada Radar Bekasi, Rabu (14/8).

Aturan tersebut bukan hanya berlaku bagi kendaraan luar daerah. Kendaraan penggiat olahraga yang nantinya tidak memiliki stiker khusus, juga tidak diperkenankan masuk area stadion.

Untuk memperoleh stiker, para pengurus atau anggota disetiap sekretariat yang sudah beroperasi seperti National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Persikasi dan Asoasiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bekasi akan didata.

”Permintaan data kepada NPCI, Askab, terkait kendaraan mereka, serta mekanisme lain untuk yang di luar daftar akan disampaikan. Untuk sementara masih didiskusikan dengan UPTD WBM,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Manajer Organisasi dan Administrasi Askab PSSI Bekasi, Iwan Aswandi Hidayat mengaku heran dengan regulasi yang akan diterapkan tersebut. Terlebih, kendaraan masuk ditentukan oleh sebuah stiker.

”Jelas kita sedikit terganjal. Kalo sebatas stiker, pasti banyak yang bikin. Tapi kita belum tahu jenisnya gimana. Yang pasti, stiker mudah dibuat,” katanya.

Askab sendiri, kata dia, sudah menyiapkan kartu anggota. Kartu tersebut, nantinya bisa menjadi salah satu ukuran untuk membedakan mana pengurus dan mana warga biasa.

”Itu juga yang nanti ditunjukan pada petugas jaga bilamana kendaraan tidak bisa masuk. Atau fungsi lainnya juga banyak. Apakah tidak bentuk kartu saja?, karena kalau kendaraan bisa berpindah dan lain sebagainya. Tapi, kita ikut saja sih,” bebernya.

Menururtnya aturan memang perlu dibuat jika bertujuan untuk menjaga kondusivitas disekitaran komplek stadion.

”Tapi seperti kaku banget. Diluar stadion WBM, aturan tidak terlalu ketat. Bahkan bisa digunakan joging olahraga lainnya,” tukasnya. (dan)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 4 =

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker