LalulintasMetropolis

Akses Rawa Panjang Menuju Pekayon Ditutup

Pemasangan Erection Girder Jembatan Layang

DIPASANG GIRDER: Sejumlah kendaraan melintas di proyek pengerjaan jembatan layang Rawa Panjang belum lama ini. Adanya pemasangan erection girder membuat sebagian akses jalan ditutup. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Dinas perhubungan Kota Bekasi kembali melakukan rekayasa lalulintas. Kali ini berkaitan dengan proyek pengerjaan jembatan layang Rawa Panjang.

Reka lalin mulai diberlakukan Rabu (14/8) pukul 23.00 hingga pukul 05.00. Kendaraan dari arah Rawa Panjang menuju Pekayon atau Tol Bekasi Barat dialihkan ke Jalan RA Kartini dan M Hasibuan.

Sementara kendaraan dari arah Tol Bekasi Barat menuju Rawa Panjang menggunakan lajur kanan Jalan Jenderal Ahmad Yani (Rawapanjang).

Penutupan sebagian akses jalan itu dampak dari pemasangan erection girder P4 dan P5 jembatan layang Rawa Panjang sepanjang 49,3 meter. Penutupan dilakukan selama tiga malam. Sementara siang hari penggunaan jalan kembali normal.

”Kalau kendaraan yang di Tol Barat memakai jalur sebaliknya (jalur kanan) menuju Rawa Panjang. Yang arah ke tol Barat, melalui Jalan Kartini tembus di Jalan Hasibuan,” jelas Kepala Bidang Teknik Lalulintas, Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan, Rabu (14/8)

Pekerjaan rencananya dilaksanakan mulai Rabu malam (14/8) hingga 16 Agustus mendatang.

Selanjutnya pekerjaan dilanjutkan dengan menaikkan girder P7-A2 sepanjang 32,3 meter pada tanggal 15 Agustus jika sudah dinyatakan lulus tes uji kelaikan mutu beton.

Selama pengerjaan girder P7-A2 rekayasa lalulintas yang diberlakukan sama. Masalah kapasitas jalan menjadi perhatian dalam manajemen rekayasa lalulintas ini. Jalan Jenderal Ahmad Yani merupakan jalan utama yang kerap menjadi perlintasan kendaraan bertonase besar.

Sementara kapasitas Jalan RA Kartini dan M Hasibuan diketahui tidak sampai diatas delapan ton. Johan mengaku tidak memiliki alternatif lain untuk menjalankan manajemen rekayasa lalulintas.

“Ya mau nggak mau, ambil yang terbaik dari yang terjelek. Kapasitas jalan di Kota Bekasi tidak ada yang tinggi (kecuali jalan nasional),” imbuhnya. (sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 − one =

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker