Berita UtamaPemkab

BLK belum Maksimal

BELUM BERMANFAAT : Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) yang telah rampung pembangunannya di Desa Srimahi Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi, Rabu (14/8). Balai Latihan Kerja itu tak kunjung digunakan.ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bekasi yang seharusnya menjadi pusat pelatihan kerja bagi warga Kabupaten Bekasi, hingga saat ini belum berfungsi dengan maksimal. Padahal, gedungnya sudah berdiri sejak tahun 2016 lalu. Meskipun demikian, pelatihan tetap dilakukan dengan menggandeng BLK Provinsi Jawa Barat.

Kepala UPTD Pelatihan Kerja Kabupaten Bekasi Widariyanto mengakui, sarana dan prasarana BLK kabupaten Bekasi belum memadai. Sehingga dibutuhkan revitalisasi, sampai akhirnya tahun 2019.

”Tahun 2016 sampai tahun 2018 pelatihan masih dilakukan di Kota Bekasi, dan tahun 2019 setelah revitalisasi gedung yang akan dijadikan BLK selesai, tahun ini pelatihan akan dilakukan di Kabupaten Bekasi, dan ada dua gelombang,” ujarnya saat ditemui Radar Bekasi di gedung BLK. Rabu (14/8).

Menurutnya, dengan keterbatasan prasarana, ia harus mengajak lembaga pelatihan kerja swasta bekerja sama. ”Kita punya gedung, punya tempat, makanya kita mengajak lembaga pelatihan kerja swasta bekerja sama, sambil menunggu pengadaan peralatan. Karena kalau kita numpang terus, kapan kita mau memanfaatkan gedung ini,” tukasnya.

Lelaki asal Blitar, Jawa Timur ini mengaku ada tujuh jurusan pelatihan di BLK tersebut, yakni  pelatihan admistrasi perkantoran, pelatihan pemrograman, instalansi listrik, pelatihan otomotif sepeda motor, pelatihan teknik pendingin AC, pelatihan welding las, dan pelatihan mejahit.

Akhir tahun ini, lanjutnya akan dilakukan pelatihan kerja. Pelatihan gelombang pertama akan dimulai 2 September sampai 5 Oktober 2019, dengan tujuh kejuruan. Untuk gelombang dua dimulai 7 Oktober sampai 11 November 2019, ada empat kejuruan diantaranya, pelatihan pemrograman, instalansi listrik, pelatihan otomotif sepeda motor, dan pelatihan teknik pendingin AC.

”Nanti kita akan latih selama 30 hari. Mengenai gelombang kedua ada pengurangan kejuruan, itu sesuai dengan apa yang kita rencanakan,” ucapnya.

Untuk sekarang, ia memastikan, yang mendaftar sudah melebihi kuota, karena satu kelas 16 orang, dan hanya ada tujuh kelas.  Sehingga akan dilakukan seleksi pesikotes, minat dan bakat mengenai pelatihan ini. Termasuk tinggi badannya.

”Kita gratis, tidak dipungut biaya, mungkin kalau ditempat pelatihan swasta dimintai bayaran. Kita utamakan warga sekitar BLK. Keterbatasan kemampuan kita yang menyebabkan tumbuh BLK-BLK swasta,” katanya. (pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 4 =

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker