CikarangPemkab

Pemkab Terus Maksimalkan Pelayanan Publik

RadarBekasi.id – Memperingati Hari Jadi ke-69 Kabupaten Bekasi, Pemerintah Kabupaten Bekasi terus melakukan pembenahan demi memaksimalkan layanan publik serta pembangunan infrastruktur.

Baik di bidang kesehatan, pendidikan, investasi, infrastruktur, dan pelayanan publik. Selain itu, Pemkab Juga berupaya menekan angka pengangguran.

Untuk di bidang kesehatan, Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, mengukuhkan Forum Masyarakat Kabupaten Bekasi Sehat (FMKBS) di Hotel Holiday Inn, Jababeka, Cikarang Utara, penghujung Juli lalu. Forum ini bertujuan untuk mewujudkan lingkungan dan masyarakat Kabupaten Bekasi yang sehat.

Menurutnya, persoalan kesehatan tidak terlepas dari masalah kebersihan lingkungan. Eka mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi untuk menjaga kebersihan lingkungan.

”Mudah-mudahan dengan terbentuknya forum ini, dapat mendorong kita menjadi masyarakat kabupaten yang sehat dan berkualitas,” katanya.

Selain kesehatan, Eka juga menggenjot program prioritas yang telah disusun dalam RPJMD Kabupaten Bekasi 2017-2022. Dia mendorong jajarannya mengejar target-target pemerintahan yang masih belum optimal.

Ada beberapa prioritas diantaranya pada sektor investasi, pendirian Mal Pelayanan Publik untuk memudahkan masyarakat maupun investor berusaha di Kabupaten Bekasi.  Politikus Partai Golkar ini memastikan, jajarannya menyiapkan segala yang dibutuhkan untuk pendirian Mal Pelayanan Publik itu.

Pada sektor infrastruktur, Eka memastikan, pelaksanaan pembangunan infrastruktur dari mulai jalan, jembatan sampai dengan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang telah dianggarkan di tahun 2019.

Di antaranya, 28 titik perbaikan jalan kabupaten seperti peningkatan jalan raya batas Kota Bekasi sampai Kecamatan Babelan. Penanganan longsor badan jalan di Jalan Karang Satria sampai Puloputer serta peningkatan Jalan Kalimalang dari Batas Kota sampai Cibitung.

Selain itu, pihaknya juga akan membangun 17 jembatan, diantaranya lanjutan pembangunan Jembatan Pebayuran-Rengasdengklok, dan pembangunan Jembatan Pantai Bakti Tahap II. Fasilitas Pendidikan juga mendapat perhatian dengan merenovasi total 41 bangunan SD, dan 11 bangunan SMP.

Untuk infrastruktur kesehatan, fokus pada pembangunan 11 Puskesmas baru, dan merehab total tiga Puskesmas. Selain itu, juga menyediakan dan merehabilitasi fasilitas kesehatan. Untuk tugas pokok ini, kata Eka, dilaksanakan melalui Dinas Kesehatan.

Dinkes juga meningkatkan kemudahan pelayanan kesehatan dasar, dan rujukan yang bermutu, merata, dan terjangkau bagi masyarakat melalui integrasi Program Layat Rawat (Provinsi Jawa Barat) dengan Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu/ /Public Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Bekasi.

Pada sektor Pelayanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil, mendukung percepatan pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil dengan pelayanan keliling ke 164 Desa menggunakan 3 Mobil Pelayanan Keliling.

”Kami berinovasi membangun pelayanan kios Capil sebanyak tujuh kios yang difasilitasi daring menggunakan sosial media. Melalui Aplikasi WhatsApp sebagai sarana komunikasi warga kepada petugas,” katanya.

Dan juga Pemkab, akan membuka Mal Pelayanan Publik sehingga masyarakat tidak perlu repot ke Kantor Disdukcapil.

Eka menegaskan selain menitikberatkan pada pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, dan infrastruktur, pihaknya juga fokus pada persoalan ketenagakerjaaan.

Salah satu upaya yang dilakukan Eka yakni dengan memimpin langsung sosialisasi Peraturan Bupati Bekasi No 09 Tahun 2019 tentang Kesempatan Kerja. Data BPS tahun 2018, sekitar 1,6 juta tenaga kerja tinggal di Kabupaten Bekasi. Namun yang terserap tenaga kerja hanya 1,4 juta pekerja. Sehingga masih ada sekitar 150 ribuan lebih yang belum mendapatkan pekerjaan.

”Saya berharap seluruh perusahaan dan pengelola kawasan industri mendukung dalam penempatan tenaga kerja untuk mengurangi angka penganguran,” ujarnya.(and)

Close