Berita UtamaPendidikan

Kadisdik: Guru Harus jadi Sahabat Siswa

Radarbekasi.id – Di era revolusi industri 4.0 ini, guru dituntut lebih kreatif dan harus punya motivasi untuk mengembangkan dirinya. Terutama, dalam proses belajar mengajar agar menyenangkan bagi para siswa.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika pada acara ”Sarasehan Pendidikan Menuju Jabar Juara di Era Revolusi Industri 4.0”, di Aula UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Kota Bandung, kemarin. Acara ini pun dihadiri sekitar 100 kepala SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB di seluruh Jawa Barat.

Guru, tambah Kadisdik, diharapkan bisa menjadi sahabat bagi murid-muridnya. ”Jadi, guru bisa menjadi teman diskusi yang menyenangkan bagi muridnya,” ujarnya, seperti dikuti dalam laman resmi Disdik Jabar, kemarin.

Menurut Dewi, zaman dulu guru adalah satu-satunya sumber informasi. Namun, sekarang ada mesin pencari informasi yang luar biasa, yakni Google dan YouTube. Dengan hanya menggunakan 2 jari, semua informasi yang dibutuhkan tersedia.

”Oleh karena itu, guru harus inovatif dan kreatif agar siswa merasa nyaman dan mendapatkan segala jenis informasi yang mereka butuhkan. Jadikan mereka sahabat bagi kita,” imbau Dewi.

Selain itu, lanjutnya, pendidik dituntut terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM)-nya karena Jabar terus berusaha menjadi provinsi terbaik. ”Ini juga sebagai tantangan dari Pak Gubernur yang menginginkan adanya peningkatan kesejahteraan. Tentu kita sebagai keluarga pendidikan harus memfasilitasi SDM yang kita kembangkan agar pendidikan tersebar ke seluruh pelosok wilayah di Jabar,” tuturnya.

Dewi berharap, seluruh undangan yang hadir di acara tersebut mempunyai niat dan tujuan yang sama. ”Saya harap tujuan dan semangat kita sama agar kita bisa saling mengoneksikan. Karena, di seluruh Jawa Barat ada sekitar 5.967 desa/kelurahan yang semuanya harus bisa dikoneksikan,” harapnya.

Sementara itu, Direktur SEAMEO Sekretariat, Gatot Hari Priowirjanto mengajak satuan pendidikan untuk berinovasi dalam proses pembelajaran. Salah satunya, bersinergi dengan satuan pendidikan lainnnya, baik di dalam maupun luar negeri. ”Kita harus jalin kerja sama, seperti mempelajari budaya masing-masing daerah atau membuka forum diskusi dengan satuan pendidikan lainnya,” ujarnya.

Dengan perkembangan teknologi komunikasi yang pesat, lanjutnya, hal tersebut tentu bisa direalisasikan. Ia pun mencontohkan inovasi yang dilakukan SMA di wilayah Tangerang yang melakukan interaksi di ruang kelas dengan sekolah yang ada di Rusia guna mempelajari budaya masing-masing melalui fitur video call.

”Beberapa SMP, SMA, dan SMK di Jabar juga sudah melakukannya. Seperti, SMP di Kuningan dan Cirebon. Diharapkan hal itu bisa ditingkatkan oleh sekolah lainnya,” pungkasnya. (oke/tim)

Close