Berita UtamaPendidikan

Upaya SMAN 8 Aktifkan Literasi Sekolah

Terapkan Dua Konsep bagi Anak Didik

SMAN-8
SISWA BERPRESTASI: Siswa kelas 11 peraih penghargaan West Java Leaders Reading Challenge Satrio Sulistriyatno, menunjukan buku di samping perpustakaan keliling.Dewi Wardah

Radarbekasi.id – SMAN 8 Kota Bekasi mengajak seluruh siswa untuk gemar membaca. Langkah ini dilakukan untuk mengaktifkan literasi sekolah.

Membaca sangat penting bagi siswa. Agar kedepannya dapat menjadi generasi gemar membaca. Untuk mengaktifkan literasi sekolah, SMAN 8 memiliki dua konsep yang diterapkan bagi anak didiknya. Yakni konsep literasi individual dan bersama.

Konsep literasi individual dilakukan setiap Senin. Pada hari itu, siswa dipilih oleh wali kelasnya untuk membaca buku ilmiah atau non ilmiah saat pelaksanaan upacara bendera.

Sementara, literasi bersama dilakukan setiap Selasa, Rabu, dan Kamis dengan membaca Al-Quran atau Al-Kitab. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman sekolah maupun ruangan khusus sebelum proses belajar dan mengajar pukul 06.45-07.00 WIB.

”Ini kita lakukan agar siswa bisa mengerti bahwasannya buku itu sangat berharga dan penting untuk kita agar gemar membaca,” ujar Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMAN 8 Kota Bekasi, Sugeng Suwagi Kamis (15/8).

Kegiatan literasi di SMAN 8 Kota Bekasi sudah berlangsung sejak dua tahun. Cara ini diyakini bisa memahami serta menyampaikan pendapat terhadap buku yang dibaca.

”Kita latih siswa untuk berani tampil di depan umum, kemudian bagaimana cara menyesuaikan cara membaca yang baik kepada banyak orang,” katanya.

Selama satu tahun kedepan, sekolah ini menargetkan seluruh siswanya dapat berkeliling menjadi petugas literasi baca. ”Kegiatan ini penting dilakukan sebagai salah satu upaya sekolah agar siswa bisa terus membaca buku. Karena kita tahu bahwa merupakan jendela dunia,” tukasnya.

Dari kegiatan yang telah dilaksanakan, siswanya atas nama Satrio Sulistriyatno berhasil meraih penghargaan dari pemerintah provinsi Jawa barat dalam program Gerakan Literasi Sekolah.

”Seneng ya siswa kita bisa berani mengungkapkan pendapatnya di media sosial tentunya dengan pesan dan kesan yang positif,” tukasnya.

Sementara, siswa kelas 11 peraih penghargaan West Java Leaders Reading Challenge Satrio Sulistriyatno tak menyangka mendapatkan penghargaan menjadi peraih like terbanyak atas tulisa nya mengenai salah satu buku ilmiah yang dibacanya.

”Jadi kita tuh harus buat alasan dan bagaimana hikmah yang bisa kita ambil dari salah satu buku ilmiah itu terus kita upload ke Instagram. Siapa paling banyak mendapatkan like dia yang menang,” ungkapnya. (cr46)

Tags
Close