Politik

Tokoh Muda Golkar: Kota Bekasi Layak Masuk Jakarta

Wali Kota nya juga Pantas Pimpin DKI Jakarta

Golkar
TERIMA SK: Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Rahmat Effendi (kiri) menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Yogi Kurniawan (kanan) yang dinobatkan sebagai Ketua AMPG Kota Bekasi sekaligus pelantikan pengurus dan anggota AMPG Kota Bekasi di Graha Hartika Wulansari, Margajaya, Bekasi Selatan, beberap waktu lalu. DOK/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Wacana Kota Bekasi lebih layak masuk DKI Jakarta terus berhembus. Tokoh muda Golkar Kota Bekasi, Yogi Kurniawan turut menyuarakan terkait posisi kota yang dijuluki Kota Patriot ini yang diajak menjadi bagian dari Provinsi Bogor Raya.

Menurut anggota dewan terpilih Pemilu 2019 ini, secara psikologis Kota Bekasi lebih pantas masuk DKI Jakarta. Bahkan administrasi pertahanan keamanan saja sudah masuk Jakarta, yakni Polres menginduk ke Polda Metro Jaya dan Kodim ke Kodam Jaya Jayakarta.

”Bahkan tidak saja kota ini layak masuk DKI Jakarta, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi juga pantas menjadi memimpin DKI Jakarta (menjadi gubernur-red),’’ kata Yogi yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bekasi Raya ini.

Dalam pandangan Yogi, Rahmat Effendi yang akrab disapa Bang Pepen itu sukses membangun peradaban toleransi, kerukunan beragama, serta membubidayakan nasionalisme di Kota Bekasi.

”Selain itu, di bawah kepemimpinan beliau (Rahmat Effendi), Kota Bekasi banyak perubahan dan meraih berbagai prestasi. Beliau sudah pantas menjadi Gubernur DKI Jakarta,’’ beber Ketua AMPG Kota Bekasi ini.

Seperti diketahui, sebelumnya Wali Kota Bogor, Bima Arya mewacanakan pembentukan Provinsi Bogor Raya. Beberapa wilayah yang bisa menjadi bagian dari Provinsi Bogor Raya adalah Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Cianjur, Depok, Kota Bogor, Karawang, dan Subang.

Namun, Rahmat Effendi yang juga merupakan Ketua DPD Golkar Kota Bekasi ini tidak menyetujui hal tersebut. Menurut Pepen, sebagian besar warga Kota Bekasi setuju bukan ke Bogor Raya tapi ke Jakarta.

”Jika ada jajak pendapat, pasti 60, 70, 80 persenlah pasti ke DKI. Peran DKI juga luar biasa,’’ puji Pepen.

Menurut Pepen, ada beberapa keidentikan antara Kota Bekasi dan Jakarta. Selain dari sisi historis, Bekasi memiliki kultur yang mirip dengan Jakarta.

”Dulu itu Jatinegara sampai ke (Bekasi) Selatan. Nah katanya ada DKI Jakarta Tenggara, whatever lah mau DKI Jakarta Tenggara. Pada prinsipnya, di sini ada kepala daerah, ada DPRD. Sepanjang semua lebih kepada kepentingan dan percepatan pembangunan, kenapa tidak?” ucap Pepen. (bis)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close