Berita UtamaMetropolisTransportasi

Akhirnya Resmi Mengaspal

MENUNGGU PENUMPANG: Dua unit bus Trans Patriot menunggu penumpang di Halte Perumahan Vida, Bantargebang, Kota Bekasi, usai di-launching Kamis (22/8). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RadarBekasi.id – Bus hibah dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), akhirnya resmi dioperasikan sebagai armada Trans Patriot yang akan melayani dua trayek baru di Kota Bekasi.

Sejauh ini baru enam armada dioperasikan dari 20 armada hibah yang diberikan Kemenhub untuk Trans Patriot. Terbatasnya sejumlah infrastruktur berupa halte jadi alasan belum seluruhnya bus beroperasi.

Usai di-launching oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Kamis (22/8) armada baru Transpatriot akan melayani jalur Vida Bantargebang-Summarecon serta Sumber Arta-Wisma Asri.

Tri mengatakan, baru beroperasinya 20 bus hibah dari Kementerian Perhubungan itu, dikarenakan harus menyelesaikan semua proses administrasi.

”Kita tunjukkan komitmen Pemkot dalam mengembangkan pelayanan transportasi massal untuk warga Kota Bekasi. Kita sudah punya sembilan dan ditambah 20 dengan dua rute baru,” kata Tri kepada awak media usai launching di Vida Bekasi Kamis (22/8).

Lanjut Tri, dua rute baru ini melengkapi rute Trans Patriot yang sudah lebih dahulu beroperasi, yakni Harapan Indah-Terminal Bekasi dengan sembilan unit bus.

Akan tetapi, ada perbedaan pada dua rute baru ini, hal itu dikarenakan Pemkot tak perlu mengeluarkan subsidi untuk mengoperasikan 20 bus itu.

Sebab, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PD Mitra Patriot (PDMP) selaku pengelola angkutan massal, bekerja sama dengan pihak ketiga selaku operator dan pengembangan teknologi.

”Kalau yang sembilan bus rute pertama Harapan Indah-Terminal Bekasi kita subsidi sebesar Rp5 miliar. Kalau yang 20 bus ini kita tidak subsidi, tapi pihak ketiga yang berikan subsidi,” tutupnya.

Dilokasi yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Cucu Mulyana yang juga hadir diagenda launching mengatakan, operasional Trans Patriot sejalan dengan tuntutan dinamisnya warga Kota Bekasi dengan mobilitas yang cukup tinggi.

”Masyarakat seperti ini butuh sistem transportasi yang efektif dan efisien untuk melayani kebutuhan mereka. Di tengah berbagai persoalan terkait angkutan umum yang butuh banyak perbaikan, konsep Bus Rapid Transit seperti Trans Patriot ini bisa menjawab kebutuhan tersebut. Pastinya kami dari Kementerian Perhubungan, terus mendorong agar masyarakat beralih ke moda angkutan massal seperti ini,” kata Cucu, kemarin.

Bus yang terparkir cukup lama sejak diberikan Desember 2018 lalu resmi mengaspal setelah proses panjang pengurusan dokumen serta penentuan pengelola Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) yang menggandeng sejumlah pihak swasta,

”Ya kita lihat sekarang sudah bisa beroperasi dengan digandengnya mitra kerja dari PT Priatman Sarana Abadi selaku operator, juga PT Teknologi Rancang Olah Nusantara (TRON) yang menyiapkan aplikasinya,” terangnya.

Ditempat yang sama, CEO PT TRON David Santoso mengaku, tahap awal ini, dua rute baru Trans Patriot baru dilayani masing-masing tiga armada selama masa sosialisasi. Operator belum mematok tarif alias gratis.

Namun pada awal September 2019, 20 armada diklaim bakal beroperasi di dua rute. Pihak operator juga akan menetapkan tarif di kisaran angka Rp5ribu hingga Rp10 ribu.

”Nantinya setelah pasar penumpang terbentuk, baru kami berlakukan tarif variabel yang disesuaikan dengan jarak tempuh, kisarannya antara Rp5 ribu sampai Rp10ribu dan transaksinya nontunai,” ucapnya.

”Penumpang yang ingin mengakses dua rute baru Trans Patriot ini harus menyiapkan uang elektronik dengan saldo cukup juga mengunduh aplikasi jika ingin mendapatkan layanan yang menyeluruh semisal mengecek posisi juga waktu tunggu Trans Patriot,” terangnya.

Dilokasi yang sama, Direktur PDMP, Tubagus Hendra mengatakan bahwa pihaknya akan mengoperasikan bus hibah tersebut secara bertahap.

”Kita mulai beroperasi pada jam 05.00 sampai jam 22.00 malam, Untuk pool-nya kita tetap menyimpan bus tersebut di Vida,” katanya.

Pihaknya baru mengoperasikan enam unit bus lantaran prasarana seperti halte penumpang belum siap. ”Perbaikan sarana sudah, kita siap jalan. Kita tinggal menunggu perizinan, dan halte yang harus disiapkan. Prasarana kan belum disiapkan Pemkot, jadi enam bus yang kita operasikan di dua rute tersebut,” jelasnya.(pay)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close