Berita UtamaPendidikan

Mayoritas Guru sudah UKG

guru
MENGAJAR: Guru di salah satu SD di Kota Bekasi saat proses belajar dan mengajar di ruang kelas. Mayoritas guru di wilayah setempat sudah mengikuti UKG.Dewi Wardah Radar Bekasi

Radarbekasi.id – Guru tingkat sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Bekasi mayoritas sudah mengikuti uji kompetensi guru (UKG).

Berdasarkan data yang dihimpun Radar Bekasi, jumlah guru SD dan SMP di Kota Bekasi berjumlah 7.542 orang. Rinciannya, guru SMP berstatus PNS berjumlah 1.279 orang dan non PNS berjumlah 665 orang. Sedangkan guru SD berstatus PNS berjumlah 3.269 orang dan non PNS berjumlah 2.329 orang.

Dari jumlah tersebut, guru berstatus PNS yang sudah mengikuti UKG, persentasenya sebesar 90 persen. Sedangkan non PNS persentasenya sebesar 80 persen. Artinya, tenaga pendidik di Kota Patriot mayoritas sudah UKG.

”Guru yang belum mengikuti UKG saat ini tinggal menunggu giliran dari pemerintah saja,” ujar Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Junaedi, Kamis (22/8).

Ia mengatakan, guru harus memiliki kompetensi profesional yang sesuai dengan bidang tugasnya agar mampu mengembangkan kurikulum, menyusun bahan ajar dengan baik, baik berbentuk modul, buku teks maupun lembar kerja siswa.

”Jika ingin menjadi guru kan harus memenuhi syarat, jika syarat tidak terpenuhi maka seseorang itu otomatis tidak bisa menjadi guru. Kalau sudah terpenuhi otomatis sudah berkompeten,” ujarnya.

Junaedi berharap, banyaknya guru yang sudah mengikuti UKG dapat lebih banyak menghasilkan anak-anak bangsa yang berkualitas. ”Kita harapkan Kota Bekasi menjadi kota yang cerdas dan kreatif sesuai dengan misi yang dibuat oleh Pemerintah Kota Bekasi,” tukasnya.

Sementara, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bekasi, Yana Suptiyana mengatakan, guru yang tergabung di PGRI berjumlah 5.165 orang. Menurutnya, seseorang yang sudah berstatus guru maka kompeten sebagai pendidik.

”Berkompeten atau tidaknya ditentukan sejak awal seseorang diputuskan menjadi seorang guru,” ujar Yana. (cr46)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close