Berita UtamaPeristiwa

Danau Cibeureum Telan Korban

ISTIMEWA/RADAR BEKASI
EVAKUASI: Tim saat mengevakuasi salah satu korban teggelam di Danau Cibeureum Desa Lambangjaya kecamatan Tambun Selatan, kemarin.

RadarBekasi.id – Suasana duka menyelimuti ponpres Al Khairat di Jalan H Jayun RT 003/003, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi. Pasalnya, dua santrinya meninggal dunia saat mencari ikan di Danau Cibeureum di Desa Lambangjaya kecamatan Tambun Selatan, kemarin. Kedua santri tersebut yakni Asomah (17), dan Iqbal (19).

Peristiwa bermula ketika keduanya bersama tiga rekannya M.Arham (18), Saidi M Fajar (22), dan M.Ali Jamini (19), berniat mencari ikan di Danau Cibeureum pada Jumat sekitar pukul 00.00 WIB. Setelah sepakat, mereka ber lima langsung menyewa transportasi online untuk menuju lokasi.

Sesampainnya di danau, sekitar pukul 03.00 WIB, tiga orang dari mereka, yaitu Saidi, Ikbal, dan Asoma, turun ke danau untuk mencari ikan, sementara dua orang lainnya menunggu di atas atau tepi danau. Tiga rekannya yang turun ke danau mencari ikan itu rupanya tak kunjung ke daratan selama 10 menit. Curiga temannya tidak muncul kepermukaan, dua rekan mereka panik dan mencoba mencari rekannya.

Tak lama kemudian, terdengar Saidi berteriak meminta tolong dari tengah danau. Mendengar teriakan itu Arham langsung meloncat ke danau untuk menolong Saidi. ”Pada saat sudah sampai di pinggir danau, terlihat dua orang temannya yang didalam danau sudah tidak kelihatan,” jelas Arham.

Karena ke empat temannya yang turun ke danau tidak bisa berenang, Arham yang bisa berenang kesulitan menolong teman-temannya, karena saling tarik-menarik. Sampai akhirnya, dua orang temannya M.Ali Jamini dan Saidi berhasil selamat, karena berhasil menginjak tanah sedikit keras di bawah danau, sehingga kakinya bisa menapak. Sedangkan Asomah, dan Iqbal tidak bisa di selamatkan.

Panik dengan kejadian yang dialami rekannya, Arham dan Saidi segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga. Warga telah berusaha mencari korban dengan jala, namun hasilnya nihil. Selama beberapa waktu, korban tidak timbul sehingga mereka beranjak melaporkan kejadian itu ke Polsek Tambun.

Proses pencarian yang dimulai pada pagi hari, menerjunkan 40 timsar gabungan, dari BPBD, Disdamkar, Basarnas, Kepolisian, TNI, dan lainnya, menggunakan cara manual, dengan menyelam, dibantu dengan warga sekitar.

Akhirnya, proses pencarian yang dilakukan selama lima jam menemukan hasil, sekitar pukul 11:00 siang, jasad kedua korban berhasil ditemui secara bersamaan. Sontak membuat orang tua korban, dan pihak keluarga histeris, orang tua korban yang berada dilokasi harus dibantu dua orang anggota keluarga untuk berjalan.

”Jadi mereka itu bukan mancing, tapi menyisir nyari ikan pakai alat mirip jala gitu. Mungkin karena saat turun pertama danaunya cetek (tidak dalam), mereka terus menyisir mencari ikan, lalu karena kondisi dalam mereka tidak sadar sampai ketengah, dan menginjak lumpur di air dalam, ditambah empat orang ini tidak bisa berenang,” ujar THL BPBD Kabupaten Bekasi, Andika Rakhman usai melakukan pencarian. Jumat (23/8).

Menurutnya, mereka ini sebelumnya sudah pernah datang ke lokasi kejadian mencari ikan, mungkin karena sebelumnya berhasil mendapatkan ikan yang banyak, mereka kembali lagi untuk mencari ikan.

Ia menjelaskan, lokasi tenggelam dan lokasi ditemukan jasad korban tidak berjauhan, sekitar satu sampai dua meter. Sedangkan dari tepi ke lokasi tenggelam sekitar 20 sampai 30 meter.Sementara kedalaman danau sekitar lima meter.

”Pencarian kita menyelam, dan menyisir secara manual, enggak pakai mesin. Kendalanya, dasar dari danau pariatif, ada yang dalam dan dangkal, sehingga lumpur di danau tidak bisa diprediksi. Korban di bawa RSUD Kabupaten Bekasi,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Lambangjaya, Pipit Haryanti mengatakan, danau Cibeureum ini memang suka dimanfatkan warga sekitar untuk mencari ikan, warga biasanya mencari ikan menggunakan perahu dan jala.

”Kalau warga sini memang suka mencari ikan disini, karena sudah tahu kedalaman, maupun struktur tanah dibawa seperti apa. Tapi untuk orang luar tidak tahu struktur dibawah danau seperti apa, sehingga terjadi kejadian seperti ini,” ucapnya.

Dia mengaku akan berkordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan pemagaran danau. ”Tentu saya berharap, masyarakat harus lebih berhati-hati, jangan sembarangan turun ke danau. Nanti kita akan memasang papan warning, dan berkordinasi dengan dinas-dinas terkait,” ungkapnya. (pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close