Cikarang

Babelan dan Tarumajaya Disarankan Gabung ke Kota

PADAT PENDUDUK: Sejumlah kendaraan melintas di pemukiman padat penduduk di Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Minggu (25/8). ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Kecamatan Babelan dan Kecamatan Tarumajaya disarankan untuk bergabung ke Kota Bekasi. Hal itu dilontarkan Sejarawan Bekasi, Ali Anwar.

Dia menjelaskan, secara historis kedua wilayah tersebut dikehendaki untuk masuk ke Kota Bekasi oleh DPRD dan DPR RI dalam rapat mengenai pemekaran Kabupaten Bekasi pada 1987.

Namun, lanjut Ali, pemerintah pusat kala itu mengharuskan wilayah utara menjadi daerah pertanian. Akhirnya, kedua kecamatan tersebut tidak dimasukkan ke dalam wilayah Kota Bekasi.

Dia melanjutkan, dalam rapat itu juga disampaikan bahwa wilayah Tarumajaya telah menyatu dengan Jakarta. Sehingga cepat atau lambat wilayah pertanian akan tertutup dengan perumahan yang dibangun oleh warga. Menurut dia, spekulasi tersebut terbukti terjadi saat-saat ini.

”Kalau sudah terbukti dan tidak layak lagi menjadi daerah pertanian tapi jadi daerah perkotaan, sebaiknya menurut saya dikembalikan lagi jadi wilayah Kota Bekasi. Sehingga Tarumajaya dan Babelan itu tidak terbengkalai seperti sekarang, tata kotanya nggak jelas, jalan-jalannya yang seharusnya lebar seperti di gang,” katanya kepada Radar Bekasi, Minggu (25/8).

Ali menambahkan, akses masyarakat Babelan dan Tarumajaya ke pusat kota Kabupaten Bekasi terlalu jauh. Sehingga mereka cenderung ke Kota Bekasi, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

”Saat ini kondisi pengurusan administrasi begitu jauh untuk ke Pemkab Bekasi (Cikarang Pusat), dan untuk jarak ke Kota Bekasi begitu dekat,” katanya.

”Jadi daripada itu bikin menderita rakyat di Babelan dan Tarumajaya, udah lebih baik saja gabungkan ke Kota Bekasi. Nah kalau sudah gabung ke Kota Bekasi, Kota Bekasi kembali ke Jakarta, nah itu akan lebih enak,” sambung Ali.

Terpisah, anggota DPRD Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dari Dapil IV (Babelan, Sukawangi, Tambelang, Tambun Utara dan Tarumajaya), Muhtadi Muntaha menuturkan, warga dari dua kecamatan tersebut tentu akan lebih suka untuk gabung ke Kota Bekasi.

”Kalau Kota Bekasi gabung ke DKI Jakarta, saya sangat mendukung, namun dengan catatan Tarumajaya dan Babelan juga bergabung,” tuturnya.

Sementara itu Asisten Daerah (Asda III) Pemkab Bekasi, Suhup menuturkan, belum ada wacana mengenai perpindahan dua wilayah kecamatan itu.

”Sebenarnya kalau masalah pindah daerah itu, kan dominannya masalah politik. Dan saya ketika menjabat camat Babelan belum pernah ada wacana pindah ke Kota Bekasi,” singkatnya saat dihubungi.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Bekasi, Eka Supriadi Atmaja ikut angkat bicara mengenai wacana pemekaran yang dilontarkan Bupati Bogor, Bima Arya dan Bupati Bogor, Ade Yasin untuk membentuk Provinsi Bogor Raya. Dia juga merespon perihal wacana Kota Bekasi diajak menjadi bagian DKI Jakarta.

”Kalau masalah pemekaran, Kabupaten Bekasi sih masih tetap. Kita belum terpikirkan ke arah sana,” ujarnya usai peresmian Gedung satuan penyelenggara administrasi dan gerai SIM, Kamis (22/8) lalu.(neo/and)

Close