Berita UtamaMetropolisPemerintahanPemkotSosialWanita

Keterwakilan Perempuan Masih Rendah

RadarBekasi.id – Keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi masa bakti 2019-2024 menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Usai ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi beberapa waktu lalu, dan menjalani proses pelantikan, Senin (26/8) kemarin, hanya ada delapan anggota DPRD Kota Bekasi dari kalangan perempuan.

Delapan orang tersebut adalah Evi Mafriningsianti, Eka Widyani Latif, Uri Huryati, Aminah, Janet Aprilia Stanzah, Puspa  Yani, Lilis Nurlia, dan Murfati Lidianto.

Periode sebelumnya 2014-2019 keterwakilan perempuan di lembaga legislatif Kota Bekasi sebanyak sembilan orang.

”Dari 50 anggota itu delapan diantaranya adalah perempuan, tentu keterwakilannya masih sangat rendah, artinya baru sekitar 15 persen,” ungkap Evi Mafriningsianti ketika dijumpai oleh Radar Bekasi usai pelantikan.

Dia menilai, sejauh ini masyarakat masih menaruh perhatian lebih untuk laki-laki didunia politik. Namun kedepan ia optimis masyarakat yang semakin cerdas mendorong perempuan tidak hanya diwilayah sosial dan kemasyarakatan, namun juga diwilayah politik.

”Mudah-mudahan masyarakat sekarang sudah makin melek, jadi paling tidak kepentingan perempuan ini ada yang menyampaikan,” tutup anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Dilokasi yang sama, Ketua DPRD sementara, Saifuddaulah mengakui jika keterwakilan perempuan tidak mencapai harapan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku yakni 30 persen dari jumlah anggota legislatif.

Meskipun hanya delapan dari 50 orang, namun minimnya keterwakilan perempuan ini dikatakannya tidak akan mengganggu proses legislasi ditubuh DPRD Kota Bekasi.

”Realisasinya bukan kembali ke partai, kembali kepada masyarakat. Tidak mengganggu proses legislasi,” tutup pria yang ditunjuk sebagai Ketua DPRD Kota Bekasi sementara sebelum ditetapkannya ketua definitif.(sur)

Close