Berita UtamaPolitik

Dua Caleg Gerindra Terpilih Bakal Gagal Dilantik

Radarbekasi.id – Dua calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Bekasi terpilih dari Partai Gerindra di dapil IV, yaitu Bhakti Sakti dan Repsih Munggahwati, digugurkan oleh DPP Partai Gerindra karena tidak pernah menjalin komunikasi dengan caleg lain, termasuk kepada Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bekasi.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi, Nugraha Hamdan mengakui, dua caleg tersebut dari awal pemilihan sudah banyak dikeluhkan oleh para caleg satu partai dalam satu dapil. Sehingga caleg yang lain berkirim surat ke mahkamah Partai Gerindra.

”Jadi teman-teman (caleg) satu dapil nya ini, sejak pemilihan banyak yang berkeluh kesah terkait dua orang itu melakukan politik uang di basis nya. Bahkan sejak pemilihan tidak ada komunikasi juga. Saya bilang, jangankan ke teman-teman caleg, ke saya sebagai ketua partai tidak ada komunikasi,” ucap Nugraha, Selasa (27/8).

Padahal, kata dia, peserta pemilu mewakili partai, bukan maju secara pribadi. Maka harus ikut arahan partai, komunikasi dengan sesama caleg itu penting.

”Ini bukan pemecatan. Intinya kawan-kawan caleg yang lain membuat laporan ke mahkamah partai. Pasalnya kedua orang tersebut tidak bisa bekerja tanpa ada dukungan dari teman-teman yang lain ketika sudah menjadi anggota dewan. Ini keputusan mahkamah partai, jadi caleg ini kena sanksi,” tegasnya.

Namun sayangnya, Nugraha tidak bisa menjelaskan siapa yang akan menggantikan dua caleg ini, setelah dipastikan gugur sebagai anggota dewan terpilih. ”Kalau caleg yang maju siapa, itu terserah DPP. Untuk sekarang sudah masuk ke KPU,” terang Nugraha.

Terpisah, Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Jajang Wahyudin menyampaikan, dalam persoalan ini dirinya akan melakukan klasifikasi terlebih dulu dari berbagai pihak, termasuk caleg terpilih maupun DPC dan DPP Gerindra.

Jajang pun tidak bisa memutuskan siapa yang akan menggantikan dua caleg tersebut. Tapi kata Jajang, di dalam PKPU 5 Tahun 2019 di pasal 32 dijelaskan terkait dengan tentang calon yang akan ditetapkan dan pergantian calon.

”Kami masih memprosesnya. Sekarang kami sedang melakukan klarifikasi,” beber Jajang.

Bicara proses butuh waktu berapa lama, Jajang menjelaskan, disini KPU bukan dalam kapasitas mengabulkan. Makanya KPU klarifikasi dulu, dan hasil klasifikasinya akan menjadi dasar KPU mencari jalan keluarnya. ”Kami pastikan hasil klarifikasi secepatnya bisa selesai,” pungkas Jajang.

Ia juga menyampaikan, pada pleno penetapan caleg terpilih nanti, masih terdapat kemungkinan caleg tersebut menjadi Tidak Memenuhi Syarat (TMS) atau digugurkan. Hal itu jika ada masyarakat yang mengusulkan jika caleg yang bersangkutan bermasalah, seperti melakukan tindak pidana, pamalsuan ijazah, memanipulasi dokumen kependudukan, masih aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan beberapa pelanggaran lainnya. Usulan itu harus dengan bukti otentik atau putusan dari pengadilan.

”Masyarakat bisa melaporkan caleg bermasalah saat rapat pleno penetapan. Dan kami minta kepada parpol yang bersangkutan untuk melengkapi persyaratan pleno, agar tidak terjadi masalah di kemudian hari,” tandasnya. (pra)

Tags

Satu Komentar

  1. Masalah tidak komunikasi dgn Caleg lain, menurut saya alasan yng dibuat-buat. Hampir semua Caleg mmbuat strtegi melawan kekuatan external dan internal partai, walau diurutan ke 4 Yng pnting dia optimis sosialisasikan dirinya didapilnya dan mendapat suara terbanyak,… Bukankah istri dari ketua DPC juga ikut kontestasi dengan nomor urut 1…
    Lantas bila 2 Caleg terpilih digugurkan, apakah yng naik adalah Istri dari ketua DPC…? Lihat saja nanti , hanya waktu yng bisa mnjawab.

Close