Berita UtamaPendidikan

Guru Harus Tingkatkan Kemampuan TI

TI
PRESENTASI: Sejumlah siswa SMAN 6 Kota Bekasi bersiap melakukan presentasi di depan kelas. Guru harus meningkatkan kemampuan dibidang teknologi informasi (IT) agar mampu menghadapi era pendidikan 4.0 atau serba digital. Dewi Wardah Radar Bekasi

Radarbekasi.id – Guru harus meningkatkan kemampuan dibidang teknologi informasi (IT) agar mampu menghadapi era pendidikan 4.0 atau serba digital.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMAN 6 Kota Bekasi, Hasim mengatakan, sekolah sudah mulai mengikuti perkembangan digital dalam menyongsong pendidikan 4.0. Diantaranya penerapan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dan absen menggunakan fingerprint.

Namun demikian, kemajuan peradaban dan pendidikan di era 4.0 tak tergantikan oleh peran tenaga pendidik. Karena itu, dibutuhkan guru profesional yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang cepat.

”Pendidikan kuncinya adalah guru, mau sepesat apapun perkembangan pendidikan 4.0 ataupun diera-era yang akan datang ini guru harus memiliki kemampuan dan kemauan untuk mengembangkan ilmunya didalam dunia digital dan teknologi,” ujar Hasyim, yang juga Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Bekasi ini.

Lebih lanjut dikatakannya, peningkatan kemampuan tenaga pendidik merupakan tugas dari pemerintah. ”Ini adalah tugasnya pemerintah bagaimana cara mereka memberikan pembelajaran terhadap guru untuk menghadapi pendidikan 4.0,” tegasnya.

Jangan sampai, kata dia, diera serba digital ini masih banyak guru menggunakan sistem pembelajaran konvensional. Hal ini jelas akan tertinggal dengan negara lain.

”Orang luar itu sudah sejak lama menggunakan sistem pembelajaran 4.0 kalau kita sendiri baru 2 tahun ini dijalankan. Jadi kita harus mengejar ketertinggalan itu,” tukasnya.

Menurutnya, guru mampu meningkatkan kemampuannya di bidang teknologi. Sebab, saat ini banyak guru yang mampu mengoperasikan gawai.

”Kita lihat guru saat ini sudah banyak yang megang handphone, ya jadi menurut saya pergunakan alat tersebut untuk mengembangkan ilmunya dalam bidang teknologi. Paling guru yang sudah memasuki masa pensiun saja yang belum menguasai sepenuhnya teknologi tersebut,” tukasnya.

Sementara, Pembina OSIS SMA Tulus Bhakti Fajar mengatakan, pelajar sekolah saat ini lebih unggul dibandingkan guru dalam penggunaan teknologi.

”Guru saya lihat masih banyak yang belum bisa menyesuaikan, jadi masih menggunakan metode lama dalam sistem pembelajarannya. Tapi saat ini kami sedang upayakan agar setiap mata pelajaran harus memiliki metode digital seperti presentasi kedepan kelas dengan power point dan hal itu saat ini sudah berjalan,” katanya. (cr46)

Tags
Close