Jurnalisme WargaOpini

Peserta Didik Tak Pernah Salah (1)

Oleh : Rani

Radarbekasi.id – Judul diatas sepertinya akan menggelitik bagi pembacanya. Selama ini yang lebih banyak kita dengar adalah seloroh bahwa guru tidak pernah salah. Hal tersebut termaktub dalam pasal satu. Selanjutnya dalam pasal dua, apabila guru salah, maka selalu kembali ke pasal satu.

Tapi sempatkah terlintas dalam benak kita bahwa bisa jadi yang tidak pernah salah sesungguhnya adalah peserta didik. Ada beberapa contoh yang dapat kita diskusikan bersama mengenai gagasan tersebut.

Contoh pertama, apabila pada pelajaran kosong dimana di dalam kelas, guru pada jam pelajaran tersebut berhalangan hadir. Maka tidak tertutup kemungkinan bahwa akan ada beberapa peserta didik yang keluar kelas dan langsung menuju ke kantin. Melihat peserta didik tersebut berada di kantin pada pelajaran kosong, hal pertama yang mungkin terbersit dalam pemikiran adalah kenapa mereka ada di kantin karena tidak seharusnya mereka berada di tempat itu pada waktu tersebut. Menurut peraturan sekolah, beristirahat di Kantin selama jam pelajaran adalah sebuah pelanggaran

Sempatkah terpikir, mereka tidak akan berada di kantin apabila terdapat empat hal berikut. Pertama apabila guru yang bersangkutan berada di dalam kelas. Kedua, mereka tidak akan berada di kantin apabila mereka telah disibukkan tugas yang sangat kreatif dan bervariasi. Ketiga motivasi untuk belajar sudah ditumbuhkan dalam diri peserta didik oleh guru, warga sekolah lain dan lingkungan sekolah. Keempat mereka menyadari bahwa setiap pelanggaran terhadap peraturan sekolah akan membuahkan sebuah sanksi yang memang ditegakkan secara konsisten dan berkesinambungan. Jadi apakah peserta didik dapat disalahkan apabila mereka lebih memilih duduk dan beristirahat di kantin pada pelajaran kosong?

Baca : Peserta Didik Tak Pernah Salah (habis)

Contoh kedua, apabila mereka tidak memperhatikan penjelasan guru dan lebih memilih berbicara dengan temannya. Apakah ada guru di dunia ini yang mau melihat dirinya tidak diindahkan dan penjelasan merekan tidak didengar?. Beberapa mungkin akan merasa gundah dan dilecehkan.

Tapi sempatkah terpikir ada apa dengan penjelasan seorang guru sampai peserta didik nya lebih memilih berbicara dengan temannya daripada mendengarkan penjelasan guru. Apakah topik pembicaraan tersebut lebih menarik, ataukah memang penjelasannya kurang mereka mengerti atau karena mereka sudah sangat mengerti dan sudah tidak perlu lagi mendengarkan penjelasan guru. Jadi, dapatkan kelakuan peserta didik dapat dikategorikan sebagai sebuah kesalahana dan pelanggaran?

Contoh ketiga, apabila seorang guru memerintahkan peserta didik untuk mengerjakan tugas, dan mereka lebih memilih mengerjakannya dengan cara menyalin pekerjaan teman mereka yang lain. Mungkin ada beberapa yang merasa menyalin pekerjaan teman adalah suatu yang sudah lumrah dan biasa. Tetapi untuk sebagian guru yang tidak menyetujui salin menyalin pekerjaan teman, kegiatan tersebut tidak dapat di toleransi.

Tapi sempatkah terpikir mengapa mereka menyalin pekerjaan temannya. Alasan pertama yang mungkin dapat diungkapkan pada paragraph ini adalah ketidakmengerian peserta didik terhadap tugas yang diberikan. Sempatkah terpikir apabila peserta didik mengangap mereka bisa mengerjakannnya dengan mudah, mereka tidak akan pernah mencontek. (*)

Guru SMPN 7 Tambun Selatan

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close