Berita UtamaKesehatanLife Style

Usia Warga Lebih Panjang

Angka Harapan Hidup Meningkat

RadarBekasi.id – Tinggal di Kota Bekasi ternyata memberikan dampak yang positif, salah satunya membuat usia lebih panjang. Tahun 2018 lalu angka harapan hidup manusia di Kota Bekasi mencapai 74,76 tahun. Angka tersebut menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) pusat terus mengalami kenaikan sejak tahun 2010.

Kenaikan angka harapan hidup masyarakat di Kota Bekasi naik signifikan pada tahun 2014 sampai 2015. pada tahun 2014 BPS menyebut angka harapan hidup di Kota Bekasi mencapai 74,18 tahun, sementara di tahun 2015 tercatat 74,48 tahun.

Memasuki pertengahan semester kedua tahun 2019 ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Reny Hendrawati menyebut, siapapun yang tinggal di Kota Bekasi bisa berharap hidup sampai di usia 80 tahun, hal ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik.

”Ternyata kita semua harus memperhatikan, memperhatikan supaya inflasi itu stabil. Tapi kita harus bangga kota kita ini, siapapun yang hidup di kota kita angka harapan hidupnya adalah usianya 80 tahun ke atas,” ungkapnya saat dijumpai di salah satu kegiatan di wilayah Bekasi Selatan.

Beberapa faktor mempengaruhi angka harapan hidup masyarakat pada satu tempat. Diantaranya yakni faktor sosial, ekonomi, lingkungan dan demografi. Harapan hidup sehat menjadi salah satu faktor yang menentukan masyarakat hidup bahagia.

Selain harapan hidup sehat, terdapat beberapa faktor lainnya yakni pendapatan, kebebasan, kepercayaan, dukungan sosial, dan kemurahan hati. Dengan adanya beberapa faktor tersebut, maka harapan hidup masyarakat yang tinggi di Kota Bekasi belum menjamin masyarakatnya hidup bahagia, melainkan perlu penelitian terhadap faktor lainnya.

Angka harapan hidup masyarakat ini, erat kaitannya dengan tingkat kesehatan di satu daerah, namun perlu dilakukan penelitian terhadap tingkat bahagia masyarakat terutama diwilayah perkotaan. Faktor kesehatan jasmani dan kesehatan psikis tentunya menjadi salah satu faktor lain perihal tingkat kesehatan sehingga masyarakat memiliki kecenderungan panjang umur.

 ”Angka Harapan Hidup menjadi aspek penting untuk mengukur pembangunan kesehatan di suatu daerah. Namun perlu juga dilakukan analisis indeks kebahagiaan masyarakat di wilayah tersebut terutama masyarakat di perkotaan,” ungkap Dosen Psikologi Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, Siti Nurhidayah kepada Radar Bekasi.

Sementara itu, faktor ekonomi juga tidak kalah penting dalam memberikan harapan kepada masyarakat untuk berumur panjang. Jika keadaan ekonomi memburuk, dalam hal ini terjadi inflasi yang cukup tinggi, maka masyarakat akan cenderung menahan diri untuk membelanjakan uangnya.

Terutama jika inflasi ini erat kaitannya dengan harga bahan pokok yang selama ini menjadi bahan konsumsi manusia. Namun, masyarakat akan cenderung menahan diri atau mengurangi mengkonsumsi bahan pangan dengan tingkat gizi yang tinggi dengan alasan harga beli yang juga tinggi.

”Kalau harga barang meningkat, orang akan menjaga uangnya, tidak membeli terutama bahan pangan. hubungannya adalah (ekonomi dengan harapan hidup), orang tidak bisa membeli dan menjaga nutrisinya karena harga mahal,” ungkap dosen ekonomi STIE Mulia Pratama, Andi Muhammad Sadli.

Menurutnya, salah satu cara yang bisa dilakukan oleh pemerintah jika terjadi permasalahan pada wilayah ekonomi adalah dengan melakukan operasi pasar. ”Sementra kondisi ekonomi Indonesia masih tergantung dengan fenomena ekonomi global, pemerintah harus menjaga tingkat inflasi diangka 0 sampai 1 persen.” tandasnya.(sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close