BEKACITIZENCikarang

Butuh Waktu Sepuluh Hari

MULAI DIBONGKAR: Pekerja menyelesaikan pembongkaran Tugu disimpang Jalan RE Martadiata, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (29/8). Guna menata arus lalu lintas, Tugu Simpang SGC yang berada di jalan penghubung Cikarang Utara dengan Cikarang Barat itu dibongkar.ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Pembongkaran Tugu Simpang SGC Cikarang Utara membutuhkan waktu selama sepuluh hari. Sebab, perlu dilakukan pengaspalan setelah dilakukan pembongkaran Tugu Simpang SGC.

Berdasarkan pantauan, terdapat sebanyak tujuh orang pekerja yang mulai melakukan proses pembongkaran.

”Kemungkinan waktunya sepuluh hari, jadi kami yang bongkar tugu dan taman, namun untuk Penerangan Jalan Umum (PJU). nantinya akan dibongkar dari bidang pertamanan dinas perumahan kawasan permukiman dan pertanahan,” kata Kepala Bidang Jembatan dan Jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Heru Pranoto, Kamis (28/8).

Untuk mendukung proses tersebut, simpang SGC harus ditutup untuk menjaga keamanan pengguna jalan.

Pengendara dari Jalan Industri menuju Jalan RE Martadinata harus memutar sejauh satu kilometer di Jalan Teuku Umar menuju Jalan Veteran dan mengarah ke Jalan RE Martadinata.

Hal serupa juga berlaku untuk pengendara dari Jalan RE Martadinata menuju Jalan Industri. Karena ditutup sementara, mereka harus memutar sepanjang dua kilometer tepat di Jalan Kali Hulu untuk menuju Jalan Industri.

Kata Heru, waktu yang dibutuhkan sepuluh hari lantaran ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Diantaranya, menghancurkan taman, pembongkaran tugu.

Selain itu, barang milik dinas perhubungan CCTV. Kemudian, tiang lampu penerangan jalan umum yang rencananya dibongkar oleh bidang pertamanan. ”Jadi ada beberapa dinas yang membongkar. Setelah seluruh dibongkar, kondisi jalan akan diaspal,” ujar Heru.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi bekerja sama dengan Polres Metro Bekasi untuk menata lalu lintas di Jalan RE Martadinata, tepatnya di persimpangan Tugu Simpang SGC. Kedua instansi tersebut berencana untuk melakukan pembongkaran Tugu Simpang SGC guna mengurai kemacetan di wilayah setempat.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Forum Lalu Lintas Kabupaten Bekasi yang dipimpin Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara di Ruang Rapat Polres Metro Bekasi belum lama ini.

Candra menyampaikan, perlu ada langkah atau terobosan yang lebih berani terkait jalan RE Martadinata yang selalu macet. Khususnya pada momentum peringatan tahunan seperti tahun baru, Hari Raya Natal, dan Malam Takbiran.

Dia menilai, keberadaan tugu di sekitar lokasi SGC mengganggu jalannya lalu lintas sekitar Jalan RE. Martadinata. ”Keberadaan tugu ini unik, kenapa? Karena posisinya yang berada tidak di tengah tetapi juga tidak berada di tepi jalan, jadi cukup membingungkan dan kami rasa ini cukup mengganggu lalu lintas,” katanya.

Dirinya menjelaskan, Polres Metro Bekasi telah melakukan kajian dan terdapat delapan permasalahan yang ada di Jalan RE Martadinara. Di antaranya pelanggaran lalu lintas, angkot ngetem, pasar tumpah, jalan rusak, parkir liar, rambu rusak, pedagang kaki lima, dan sampah. Sehingga, perlu dilakukan penataan agar kemacetan di wilayah tersebut dapat terurai.

Penataan lalu lintas di Jalan RE Martadinata ini nantinya juga akan diikutsertakan pada lomba Road Safety Partnership Action (RSPA) yang diadakan untuk Polres di jajaran Polda Metro Jaya dalam rangka Hari Jadi Lalu Lintas pada tanggal 22 September mendatang.(and)

Related Articles

Back to top button