CikarangLingkungan

Ratusan Mangrove Pantaimekar Terancam Mati

Diserang Hama Ulat Bulu

TERANCAM MATI: Nelayan memperbaiki perahunya di Desa Pantaimekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Selasa (3/9). Hutan mangrove di wilayah Desa Pantaimekar itu terancam mati karena hama ulat bulu dan cuaca panas. ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Ratusan pohon mangrove yang berusia delapan tahun di Kawasan Ekowisata Mangrove Desa Pantaimekar terancam mati. Hal itu disebabkan karena mangrove tersebut terserang hama ulat bulu.

Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pantaimekar, Suhendar, mengatakan, serangan hama ulat bulu terjadi sekitar bulan Mei lalu ketika peralihan musim dari hujan ke kemarau. Serangan itu terjadi selama satu bulan lebih dari satu pohon ke pohon lainnya.

”Jadi ulat ini makan daun pohon mangrove, nah ketika memakan itu fokus pada satu pohon sehingga habis. Setelah satu pohon habis, kemudian pindah lagi ke pohon lainnya,” kata Suhendar, belum lama ini.

Dia menjelasakan, ekowisata Mangrove tersebut memiliki luas sekitar empat hektar. Hutan ini bagian dari pelestarian untuk mencegah abrasi di desa setempat.

”Kami di sini memperhatikan bagaimana hutan mangrove terlindungi, supaya tidak berubah fungsi menjadi tambak,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Camat Muaragembong, Junaefi, mengatakan, ekowisata hutan mangrove di wilayahnya merupakan salah satu aspek untuk meningkatkan perokonomian masyarakat setempat. Namun, dalam realitanya wisata sulit berkembang karena akses menuju ke lokasi masih sulit.

”Untuk menuju lokasi, belum ada akses, selain menggunakan sepeda motor dan kapal nelayan,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat sekitar juga memanfaatkan mangrove sebagai bahan dasar untuk makanan dodol. ”Jadi mangrove ini perlu kita jaga bersama, sebab ada nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar,” jelasnya. (and)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close