Berita UtamaLingkunganMetropolisPemkot

Pemkot Krisis Lahan Pembuangan Sampah

TPA Sumurbatu Overload

CARI SAMPAH:Sejumlah pemulung mengais rezeki dari tumpukan sampah TPA Sumur Batu yang saat ini overload karena terbatasnya lahan. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

Usia Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tinggal hitungan bulan. TPA yang terdiri dari enam zona tersebut sudah tidak bisa lagi menampung sampah Kota Bekasi untuk waktu yang lama.

Setiap harinya tercatat 700 hingga 900 ton sampah Kota Bekasi masuk ke TPA Sumurbatu yang berada di Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Dari enam zona yang ada, saat ini zona 1, 2, 3 dan empat sudah tidak aktif lagi, sementara saat ini hanya tersisa dua zona yakni zona lima dan enam.

Setiap zona terdiri dari tanah seluas 3,5 hektar, secara keseluruhan luas areal TPA 21 hektar. Namun, dua zona yang masih aktif itu pun sudah memasuki masa-masa kritis, diperkirakan hanya tersisa beberapa bulan saja untuk menampung sampah dengan tonase cukup besar di Kota Bekasi.

”Gak bisa diprediksi itu (usia TPA), ini aja (zona lima dan enam) hanya tinggal berapa bulan lagi. Makanya kan pemerintah lagi menggandeng investor baru, bagaiamana caranya memusnahkan sampah,” kata Kepala UPTD TPA Sumur Batu, Ulfah Musarofah, Rabu (4/9).

Saat ini daya tampung TPA tidak bisa digunakan dalam tenggat waktu yang lama. Kota Bekasi sudah harus melakukan pemusnahan sampah sebagai solusi.

Untuk saat ini pihaknya berusaha mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA. Hal itu katanya dilakukan dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi pneggunaan sampah berbahan plastik.

Pasalnya, sampah plastik sulit terurai dan membutuhkan waktu sangat lama untuk dapat terurai. Dewasa ini Pemkot Bekasi berencana untuk memperluas lahan TPA, namun hingga saat ini belum semua tanah dibebaskan.

”Kita berusaha menata dan merapikan zona. Biar sampah itu masuk semua. Makanya harus dibikin trap-trap dan cover soil itu,” tambahnya.

Diketahui bahwa Pemkot Bekasi menargetkan perluasan lahan TPA seluas 3,8 Hektar. Hingga tahun 2019 ini baru satu hektar yang berhasil dibebaskan. Untuk membebaskan lahan seluas satu hektar tersebut menelan biaya sebesar Rp6 miliar dari total keseluruhan.

Untuk dapat membebaskan lahan seluas 3,8 hektar tersebut Pemkot masih harus mengalokasikan uang sebesar Rp20 miliar. Dia mengaku masih mengalami kesulitan dalam penganggaran untuk membebaskan lahan di sekitar TPA.

 ”Itu kurang lebih Rp6 miliar perluasan khusus TPA. Tapi untuk keseluruhan 3,8 hektar masih kurang Rp20 miliaran,” demikian dijelaskan oleh Kepala Seksi Pengadaan Lahan Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Usman Sufirman, belum lama ini saat ditemui oleh Radar Bekasi.  (sur)

Close