LalulintasMetropolis

Tiga Hari ”Jalur Tengkorak” Telan Dua Nyawa

RAWAN KECELAKAAN: Pengendara sepeda motor terlihat melintas di Jalan Raya Narogong, Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu (4/9). Jalan yang dijuluki ”jalur tengkorak” itu dalam tiga hari kebelakang sudah menelan dua nyawa. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RadarBekasi.id – Dua nyawa melayang dalam kecelakaan lalulintas di sepanjang Jalan Raya Narogong tepatnya direntang wilayah antara Rawapanjang, Kota Bekasi hingga Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Dua kejadian yang menyebabkan hilangnya nyawa tersebut terjadi dalam rentang waktu berdekatan, Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Bekasi, kecelakaan pertama terjadi pada hari Senin (2/9) lalu disusul kecelakaan yang terjadi kemarin, Rabu (4/9).

Kecelakaan maut pada hari senin yang menimpa seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kronologis singkat anggota TNI ditabrak oleh truk bermuatan tanah hingga menyebabkan luka parah dan meninggal dunia.

Diketahui korban merupakan anggota Kodim 0501 Jakarta Pusat.  Setelah itu, dua hari berselang di ruas jalan yang sama, hanya berjarak sekitar satu kilometer, satu nyawa kembali melayang akibat kecelakaan sepeda motor.

Saksi mata di lapangan menyebut awalnya korban yang diketahui bernama Enjen (64) putar balik di Jalan Raya Siliwangi RT05/06 Pangkalan 4 kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Ketika sedang memutar tiba-tiba motor dari arah belakang melaju dengan kecepatan tinggi hingga kecelakaan tidak bisa dihindari.

”Dia puter balik nggak liat ada motor juga yang naikin anak sekolah. Yang anak sekolahnya nggak papa cuma lecet-lecet, yang ketabrak parah itu si bapak yang naik Supra itu, kakinya bapak itu patah kayanya,” ungkap Adi Arif (29) saksi mata dilokasi kejadian, Rabu (4/9).

Selain dua nyawa yang melayang dalam tiga hari ini, Adi menuturkan di sepanjang ruas jalan Narogong yang menghubungkan antara wilayah Kecamatan Rawalumbu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi dan Cileungsi, Kabupaten Bogor ini memang kerap merenggut nyawa pengguna jalan.

Bahkan, kecelakaan tunggal pun beberapa kali terjadi meskipun tidak sampai merenggut nyawa. Sejak ia tinggal di wilayah Bantargebang tahun 2011 silam, sudah tidak terhitung berapa banyak kecelakaan lalulintas dan nyawa yang melayang.

”Rawapanjang sampe Cileungsi itu terkenalnya jalur tengkorak , iya (warga sekitar menyebutnya), setiap tahun pasti makan korban,” lanjut Adi.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Ojo Ruslani membenarkan dua kejadian tersebut. Dia menjelaskan kecelakaan yang terjadi pada hari Rabu kemarin pengemudi atas nama Enjen menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi.

”Pengendara sepeda motor Honda Supra X mengalami luka luka dan meninggal dunia di RSUD Bekasi,” katanya kepada Radar Bekasi.

Dalam video amatir milik warga sekitar, pengendara yang melaju dari arah belakang sebelum akhirnya menabrak Enjen yang hendak berputar arah merupakan siswa Sekolah Menengeh Atas (SMA). Dia tidak bisa menghindari peristiwa nahas tersebut karena Enjen berputar arah secara tiba-tiba.

Ojo mengingatkan kepada pengguna jalan Narogong untuk selalu berhati-hati dan mentaati peraturan lalulintas. ”Selalu berhati-hati di jalan, jangan ugal-ugalan, pake helm, bawa surat-surat dan SIM, berdo’a, dan taati aturan berlalu lintas,” tukasnya.(sur)

Close