BekasiBerita UtamaMetropolis

Bintara Panen Perdana Sayur Hidroponik

Panen
PANEN: Pihak Kelurahan Bintara melakukan panen perdana tanaman hidroponik yang langsung dihadiri dari Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto di lingkungan Kantor Kelurahan Bintara. Kamis (5/9). AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Kelurahan Bintara melaksanakan panen perdana sayur hidroponik. Sayur yang dipanen diantaranya pakcoy, selada merah dan daun mint, Kamis (5/9). Panen perdana tersebut merupakan hasil kerja tim hidroponik Kelurahan Bintara.

Hidroponik Kelurahan Bintara menggunakan Sistem Deep Flow Technique (DFT). DFT merupakan salah satu sistem hidroponik dimana akar tanaman diletakkan pada lapisan air dengan kedalaman berkisar antara 4 sampai enam sentimeter. Kemudian, terdapat 112 lubang siap panen usia 35 Hari Setelah Pindah Tanam (HST) atau 42 hari setelah semai dan 153 lubang baru pindah tanam.

Lurah Bintara, Endang Supratman, mengatakan, budidaya tanaman hidroponik makin dibutuhkan untuk meningkatkan penghijauan lingkungan. ”Dan terpenting bermanfaat dalam menggenjot asupan makanan bergizi dari sayuran dan buah-buahan yang bisa gratis dikonsumsi warga,” kata Endang saat panen sayuran bersama warga, kader PKK.

Pengelola Tanaman Hidroponik di RW 15, Lina mengatakan, kebun hidroponik di ruang publik tersebut seluas 300 meter ditanami berbagai jenis tanaman produktif antara lain kangkung, pakcoy, sawi, terong, cabai, tomat, jahe, kunyit, kencur, dan langkuas.

”Kami dibantu warga merawat kebun hidroponik ini secara rutin, sehingga saat panen nanti warga bisa menikmatinya. Jadi ada kepuasaan tersendiri lho,” ungkap Lina.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyampaikan bahwa pertanian dengan sistem hidroponik dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan.
Dia mengatakan, sudah ada beberapa komoditi yang diimpor dari luar negeri. Jangan sampai, kata dia, sayuran masuk dalam kategori yang diimpor.

”Sebelum itu terjadi yuk kita manfaatkan, apalagi dengan daerah perkotaan yang memiliki lahan yang sangat sempit, ini (hidroponik) menjadi salah satu solusi,” katanya.
Dirinya meminta agar seluruh pihak menyosialisasikan manfaat dengan sistem hidroponik.
”Ada suatu potensi yang bisa disamping kita cinta kepada lingkungan, kita nanti swasembada kepada lingkungan dan yang ketiga itu tadi bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi,” ujarnya. (pay)

Close