Berita UtamaLingkungan

Hari Ini Kali Jambe Dibersihkan

BAU SAMPAH : Seorang anak menutup hidungnya saat melintasi sungai Kali Jambe yang dipenuhi sampah di Desa Mangunjaya Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Kamis (5/9).ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Pemandangan Kali Jambe yang berada di jalan Pendidikan, Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi sangat menjijikan. Ya, kali tersebut kini menjadi lautan sampah. Bahkan, karena penuhnya sampah, hampir tak terlihat air di Kali Jambe.

Beragam jenis sampah yang menumpuk, mulai dari sampah plastik, kayu, sisa tumbuhan, hingga styrofoam. Pantauan Radar Bekasi, lautan sampah tersebut sepanjang 500 meter dengan kedalaman sekitar 1 meter.

 Aroma tidak sedap tercium menyengat di sekitar lokasi. Lalat-lalat beterbangan. Sejumlah pejalan kaki ataupun pengendara yang melintas di atas jembatan sekitar Kali Jambe terpaksa harus menutup hidung. ”Sudah ada sekitar tiga bulan yang lalu,” kata Yudi Susanto, warga sekitar.

Menurutnya, sampah yang ada di Kali Jambe ini berasal dari dari tempat pembuangan sampah sementara yang berada dipinggir Kali Jambe. Pasalnya, sampah-sampah dari perumahaan diangkut ke tempat pembuangan sampah tersebut, lalu sampah yang sudah ditumpuk jatuh ke kali jambe, karena tempat pembuangan sampah yang sudah penuh.

”Ini bukan sampah rumah tangga, tapi ini sampah yang ditumpuk di tempat pembuangan sampah, karena sampah dari perumahaan dibawa ke tempat pembuangan sampah yang berada di dekat Kali Jambe, karena lama-lama numpuk, bisa saja sampah jatuh ke Kali Jambe. Tempat pembuangan sampai tersebut ilegal,” jelasnya.

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengaku sudah berkali-kali memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarang, apa lagi membuang sampah ke aliran sungai atau kali. Bahkan himbauan tersebut disampaikan juga ke pihak kecamatan, dan desa.

”Masalahnya sih dari oknum masyarakat, yang membuang sampah sembarangan, saya sudah berkali-kali mengimbau. Bahkan saya sudah mengimbau ke kecamatan, desa, dan segala macam,” ujarnya usai menghadiri acara pelantikan DPRD terpilih di Gedung Dewan Kabupaten Bekasi. Kamis (5/9).

Kendati demikian, Eka berjanji, akan membersihkan aliran Kali Jambe yang dipenuhi sampah. ”Akan kita bersihkan melalui dinas terkait, hari ini juga sudah saya instruksikan kepala dinas untuk segera dilakukan pembersihan, karena memang masalah sampah ini menjadi perhatian penting,” ungkapnya.

Eka yang juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi ini berencana, akan membuat regulasi terkait sampah. Hanya saja, ia tidak bisa jelaskan regulasinya seperti apa. ”Barang kali kedepannya kita akan membuat regulasi terkait dengan ini,” ucapnya sambil masuk ke dalam ruang makan Gedung DPRD Kabupaten Bekasi.

Warga Kampung Bulu, Desa Setiamekar, Tambun Selatan, Dedi Setiawan menegaskan, seharusnya Pemerintah (Pemkab) jangan-jangan hanya menyalahkan masyarakat dalam persoalan sampai di sungai maupun di Kali.

Kata dia, persoalaannya Pemkab tidak menyediakan tempat pembuangan sampah sementara, baik di desa maupun kecamatan. Sehingga, masyarakat tidak punya pilihan lain untuk membuang sampah sembarangan. ”Harusnya Pemkab memberikan solusi, bukan menyalahkan warga, lihat kondisinya disini, ada tidak pembuangan sampah sementara,” ungkapnya.

Terpisah Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Nur Haidir mengaku, bersama dengan unsur musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) Tambun Selatan, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan TNI, Polri melakukan rapat koordinasi untuk melakukan pembersihan Kali Jambe.

”Kami hari ini (kemarin, red) sudah melakukan rapat koordinasi bagaimana merencanakan teknis pembersihan tumpukan sampah yang ada di Kali Jambe,” katanya kepada Radar Bekasi, kemarin (5/9).

Kata Haidir, pihaknya akan menggunakan alat berat (beko) untuk pengangkut sampah yang ada di Kali Jambe. ”Nanti akan menggunakan alat berat, malam kita datangkan alat berat untuk mengangkut sampah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, Dody Agus menuturkan, kondisi sampah yang ada di Kali Jambe merupakan sampah sampah yang dihasilkan dari warga sekitar.

”Itu sampah sampah dari warga, bisa dilihat. Jadi kami harap setelah dibersihkan warga juga dapat menjaga lingkungan,” harapnya.

Pada kesempatan pembersihan kali tersebut, Dody akan menerjunkan sebanyak 60 personil dari bidang kebersihan untuk mengangkut sampah yang sudah diangkut dari Kali Jambe. ”Tekhnis dari pengangkutan sampah, jadi sampah yang ada di kali angkut ke pinggir kali. Setelah itu kalau sudah kering baru kita angkat untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng,” ujarnya.

Dia mengaku membutuhkan waktu tiga hari untuk melakukan pembersihan. ”Jadi sampah yang sudah diangkut tidak langsung diangkut ke truk. Sebab kalau tidak ditunggu kering, nantinya dapat mengakibat air tercecer dan membuat jalan licin sehingga berpotensi membahayakan pengendara roda dua,” tuturnya.(pra/and)

Close