Cikarang
Trending

Ibu Rumah Tangga Keperegok Belanja Pakai Upal

RadarBekasi.id – Seorang ibu rumah tangga warga Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kubil Laela Sari (38), nekat menipu para pedagang dengan menggunakan uang palsu (upal). Aksinya terungkap oleh korbannya di Kampung Cikedokan, RT 01/02, Desa Cibening Kecamatan Setu, Rabu (4/9).

Korbannya pun langsung mengamankan pelaku dan membawanya ke Polsek Setu.

Kapolsek Setu, AKP Wahid Key, mengatakan, kejadian bermula saat pelaku yang menggunakan sepeda motor Honda beat dengan nomor polisi B 4691 FVF datang ke warung milik korban pertama, Amung. Dia membeli gorengan senilai Rp5 ribu dan membayar menggunakan uang palsu pecahan Rp20 ribu.

Setelah mendapat gorengan dan uang kembalian sebesar Rp15 ribu pelaku pindah ke warung milik korban kedua, Dahya. Dia membeli satu bungkus rokok Djarum Super, dan dua Nextar seharga Rp24 ribu dengan menggunakan uang palsu.

Saat korban memberikan barang yang diinginkan pelaku dan menyerahkan uang kembalian, Kubil langsung pergi menggunakan sepeda motor miliknya.

Tidak lama kemudian, Amung mengejar Kubil dan mengatakan uang yang digunakan pelaku untuk membayar ialah palsu.

Hal tersebut membuat Dahya melihat uang yang digunakan pelaku untuk membeli rokok. Ternyata dua lembar uang pecahan Rp20 ribu tersebut memiliki nomor seri yang sama.

Dahya yang kaget langsung ikut mengejar Kubil bersama Amung. Akhirnya, Kubil pun ditangkap tak jauh dari warung.

Mereka membuka jok motor pelaku dan ditemukan setumpuk uang kertas pecahan Rp20 ribu.

”Modus pelaku ini sebagai pembeli, dan membayarnya dengan uang palsu yang sudah disiapkan, setelah barang yang dibeli, dan kembalian sudah didapatkan pelaku ini langsung pergi,” jelasnya. Kamis (5/9).

Kepada polisi, kata dia, pelaku mengakui bahwa uang tersebut memang palsu dan diperoleh dari tukang becak di Pasar Cibitung. Dia mendapatkannya dengan membayar Rp500 ribu dan mendapatkan uang palsu pecahan Rp20 ribu berjumlah Rp1,2 juta.

”Jadi pelaku ini memang sengaja menukar uang asli dengan uang palsu, karena jumlahnya lebih besar, dan sebagian uang palsu sudah dibelanjakan oleh pelaku. Kita masih dalami orang yang memberikan uang palsu ini,” ungkapnya.(pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close