Olahraga

Kenalkan Olahraga Anak Usia Dini

Jadi Stimulan, Kembangkan Minat Bakat di Dunia Olahraga

Olahraga
PROGRAM: Pengenalan olahraga diberikan Dosen Prodi Pendidikan dan Kepelatihan Olahraga Universitas Bhayangkara kepada anak Sekolah Dasar (SD). DANI IBRAHIM/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Ketertarikan anak dalam dunia olahraga menjadi perhatian Prodi Pendidikan dan Kepelatihan Olahraga Universitas Bhayangkara. Sehingga program pengenalan olahraga ke anak usia dini dilakukan.

Salah satu Dosen Universitas Bhayangkara, Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Juli Chandra mengaku program tersebut sebagai pengabdian ke masyarakat.

Pada Prodi Pendidikan dan Kepelatihan Olahraga, pihaknya coba menerapkan program tersebut ke anak Sekolah Dasar (SD).

”Iya, saya terjun langsung, untuk menjalan pengabdian kepada masyarakat. Targetnya pada siswa dan siswi di Sekolah Dasar (SD) di beberapa sekolah yang ada di Kota Bekasi,” ujarnya kepada Radar Bekasi.

Pria yang akrab disapa Candra itu menjelaskan, untuk meningkatkan kemampuan, salah satu yang mendorong aktivitas olahraga yakni gerakan dasar siswa dari mulai gerak lokomotor, non lokomotor.

Untuk selanjutnya, memberikan stimulus atau dorongan, mengenal lebih jauh dunia olahraga.

”Dengan ini dapat muncul atlet-atlet muda dikemudian hari. Program ini sebenarnya sudah dilakukan sejak Januari 2019, sekarang sudah hampir rampung,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia dasar olahraga bisa disampaikan kepada anak usia sekolah dasar, sebagai stimulan.

”Maka jelas peranan pendidikan olahraga untuk jasmani sangatlah penting. Sayapun memberikan kesempatan agar para siswa di sekolah dasar untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani menuju terciptanya atlet muda potensial,” jelasnya.

Lanjut Candra, program tersebut bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan, sekaligus mendorong program pemerintah dalam membudayakan olahraga.

”Kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga, ini yang nantinya akan menciptakan atlet-alet muda,” bebernya.

Dijelaskannya, pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan keterampilan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan, penalaran, penghayatan nilai sikap, mental, emosional, spiritual dan sosial.

”Kita yakin, di kemudian hari program yang diterapkan akan mencetak atlet- atlet muda baru di Kota Bekasi,” tukasnya. (dan)

Tags
Close