Pendidikan

Sekolah Tahfidz DTI Berikan Program Pengurusan Jenazah

Jadikan Siswa Bermanfaat bagi Orang Lain

Tahfidz
ILUSTRASI: Siswa Sekolah Tahfidz DTI mengikuti proses belajar dan mengajar di dalam kelas. Siswa tingkat SMA sekolah ini diajarkan program pengurusan jenazah.Dewi Wardah Radar Bekasi

Radarbekasi.id – Sekolah Tahfidz DTI (Daarut Tarbiyah Indonesia) berusaha menjadikan siswanya memiliki jiwa kepemimpinan dan bermanfaat bagi banyak orang. Melalui program DTI Leader Factory (DLF), siswa dibina untuk pengurusan jenazah.

Program pengurusan jenazah diterapkan bagi siswa tingkat SMA. Dengan diajarkan sejak masa sekolah, lulusannya memiliki bekal yang dapat bermanfaat di kehidupan bermasyarakat.

”Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain, kita ingin siswa kami setelah lulus bermanfaat bagi banyak orang tentunya di dunia sosial masyarakat, sehingga nanti kurang lebihnya bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kepala Sekolah Tahfidz DTI Kota Bekasi, Ahmad Mahwan, Kamis (5/9).

Dalam program ini, siswa diajarkan proses pengurusan jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, mensalatkan hingga menguburkan. Tak hanya teori, tetapi juga praktik.

Sekitar 120 siswa telah mengikuti pelatihan dan pembinaan program ini selama setahun. Adapun program ini baru dijalankan ke masyarakat pada tahun ini.

”Kita sudah bina selama 1 tahun ini dan baru tahun ini kita beranikan diri untuk menerjunkan langsung siswa kami ke masyarakat dalam prosesi memandikan jenazah dan beberapa tahapannya yang harus dilakukan,” tuturnya.

Pengurusan jenazah oleh siswa sekolah ini diberikan secara suka rela alias gratis kepada masyarakat. Dengan program ini, diyakini dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Agar program ini diketahui oleh masyarakat secara luas, pihak sekolah sudah mensosialisasikannya melalui masjid. Tak hanya dapat membantu masyarakat di lingkungan sekolah tetapi se-Kota Bekasi.

”Kita siap menerjunkan siswa untuk membantu masyarkat tentunya dengan pendampingan dan pembinaan dari pihak sekolah,” ujarnya.

Mahwan berharap anak didiknya dapat menjadi sosok yang memiliki jiwa leader ship dan tetap bisa menjalin silaturahmi antar umat beragama dengan baik.

”Siswa harus bisa gotong royong walaupun beda agama, karena sebenarnya kita itu sama tidak ada yang berbeda mungkin hanya kepercayaan saja yang membedakan,” tukasnya.

Salah siswa kelas 12 SMA DTI, Muhammad Ma’arif mengaku, materi yang diajarkan dalam program ini sangat berharga. Dengan program ini, dirinya dapat membantu antar umat manusia dalam pengurusan jenazah.

”Awalnya takut, tapi dengan bimbingan dan materi yang kita dapat dari sekolah alhamdulillah kita bisa menjalankannya dan saya sangat merasa senang karena ilmu yang saya punya bisa bermanfaat bagi banyak orang,” ungkapnya. (cr46)

Tags
Close