CikarangLingkungan

Sampah ’Kepung’ Kali

BAU SAMPAH: Dua orang anak menutup hidungnya saat melintasi Kali Jambe yang dipenuhi sampah di Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (5/9).ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Persoalan penumpukkan sampah di kali yang ada di Kabupaten Bekasi tak kunjung usai. Terus berpindah dari satu titik ke titik lain.

Pada Januari 2019, penumpukkan sampah sepanjang 1,5 kilometer di Kali Pisang Batu, Tarumajaya menjadi sorotan warga. Kemudian berlanjut di Kali Cibalok, Cikarang Utara.

Selanjutnya, pada Februari 2019 penumpukkan sampah terjadi lagi di aliran Kali Jambe yang berada di Desa Satriajaya, Tambun Utara.

Juli 2019, penumpukan sampah kembali menjadi perhatian. Hal itu terjadi di Kali Busa, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan. Hingga akhirnya hal serupa terjadi di Kali Jambe, Desa Mangun Jaya, Kabupaten Bekasi.

”Ya kondisi kali tertumpuk sampah ini sudah terjadi beberapa kali,  dan ini akan menjadi perhatian kami,” kata Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Dody Agus Supriyanto, Jumat (6/9).

Dia menuturkan, untuk mengatasai persoalan sampah yang kerap tertumpuk dan menyelimuti kali di Kabupaten Bekasi diperlukan kesadaran masyarakat dalam hal penjagaan lingkungan.

Kedepan, pihaknya akan membangun Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPsS) di sekitar desa. Hal itu dilakukan agar tidak ada lagi sampah warga yang tercecer. Karena setiap perorangan atau badan dilarang membuang sampah di sembarang tempat atau lokasi yang tidak diperuntukkan sebagai Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

Hal itu diatur dalam Perda Kabupaten Bekasi nomor 6 tahun 2006 tentang perubahan atas Perda nomor 4 tahun 1999 Tentang Retribusi, Pelayanan Persampahan, Kebersihan. Bagi pelanggar dari aturan tersebut maka diancam pidana kurungan paling lama tiga bulan dan atau denda paling banyak Rp5 juta.

”Kami bukannya menyalahkan masyarakat, namun kendaraan kami juga kurang. Jadi perlu ada kesepahaman bagaimana truk sampah harus disediakan untuk memaksimalkan pelayanan pengangkutan sampah supaya warga tidak buang sampah sembarangan,” jelasnya.

Doddy mengklaim pihaknya telah melakukan penindakan kepada oknum warga yang membuang sampah sembarangan dengan melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kegiatan ini disebut dilaksanakan beberapa kali dan sengaja tidak dipublikasikan karena pihaknya tidak ingin dinilai melakukan pencitraan.

”Kita sudah berkoordinasi dengan Satpol PP, kita sudah melakukan sidak, misalnya di Cikarang utara, Tambun. Kalau malam kita OTT sampai jam dua sampai jam satu pagi,” katanya.

Kini pihaknya berencana untuk membentuk tim teknis persampahan yang terdiri dari DLH, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaetn Bekasi, unsur kecamatan dan Pemerinah Desa.

”Kami sebelumnya sudah mendapat persetujuan dari pak bupati dimana membentuk tim bagaimana dapat menangkap oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan sebagai bentuk efek jera, dan hal ini secara teknis juga akan saya sampaikan ketika rapat forum,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir mengatakan, pihaknya akan mendukung program pengangkutan sampah yang ada di kali dengan mengirimkan alat berat.

Pihaknya juga bakal memasang spanduk agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke Kali. ”Kami hanya sekadar pembantu atau pendukung, dan kami harap masyarakat dapat memahami spanduk sebagai alat untuk mengedukasi dengan pentingan menjaga lingkungan untuk menghindari kebanjiran saat musim hujan,” jelasnya. (neo/and) 

Close