Metropolis

Bangun Kreativitas Hadapi Pasar Bebas

IKUT PELATIHAN: Peserta mengamati pembuatan tulisan sablon baju saat mengikuti pelatihan kegiatan menciptakan wirausaha baru tenaga kerja mandiri oleh Yayasan Aksara Mandiri berkerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan di Lingkungan RW 20, Margahayu, Bekasi Timur, Minggu (8/9). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RadarBekasi.id – Puluhan warga yang berasal dari beberapa wilayah di Kota Bekasi diberikan pelatihan pengembangan ekonomi kreatif. Mereka terdiri dari remaja hingga ibu-ibu.

Kegiatan yang dihelat Yayasan Aksara Mandiri Bekasi dan Kementrian Tenaga Kerja (Menaker) dilaksanakan di lingkungan RW 20 Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Pelatihan tersebut sebagai langkah membangun kreativitas masyarakat Indonesia salah satunya Kota Bekasi menghadapi Pasar Bebas.

Didalam ruangan aula, peserta diberikan materi pengantar seputar wirausaha mandiri dan kiat untuk menghadapi pasar bebas.

Gerakan 3A, Ayo membuat, Ayo menjual, dan Ayo membeli produk sendiri menjadi pesan utama yang disampaikan.

”Jadi gerakan 3A ini kita coba sampaikan ke masyarakat bahwa untuk menghadapi pasar bebas itu kita harus punya visi yang sama. Warga Kota Bekasi bisa memilih sebisa mungkin untuk membuat produk sendiri, kalau tidak bisa menjual produk sendiri (dalam negeri), dan kalau masih tidak bisa juga mereka bisa membeli produk sendiri,” kata Ketua Yayasan Aksara Mandiri Bekasi, Taofiq Hidayat Kurniawan dijumpai di sela-sela kegiatan, Minggu (8/9).

Mereka yang sudah mengikuti kegiatan tersebut, berperan sebagai pionir di lingkungan masing-masing, untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Usai mendapatkan edukasi, para peserta diajak untuk belajar mengoperasikan mesin diantaranya untuk cutting sticker dan sablon dengan tujuan bisa menghasilkan produk sendiri melalui kreativitas desain masing-masing.

”Supaya ruh pengembangan UMKM itu terbangun dibawah. Karena bagaimanapun program pemerintah tidak akan berhasil kalau tidak ada pergerakan dibawah. Setiap perwakilan yang kita ambil nanti akan menjadi penggerak di setiap RW, minimal ada satu remaja di RWnya yang bisa menguatkan pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.

Dilokasi yang sama, salah satu peserta mengaku memilih untuk bergabung untuk turut serta membantu dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Selain itu ia juga mengaku memiliki hobi dibidang fashion dan cutting, sehingga ia tertarik untuk datang dengan harapan dapat mendukung usaha kecil dilingkungannya.

”Pertama sesuai apa yang tadi sudah disampaikan, bahwa dunia usaha di Indonesia ini digerus oleh zaman, semakin kesini semakin banyak yang dari luar (negeri). Untuk menghadapi pasar bebas ini bagaimana kita mempunyai semangat yang sama dan saling membantu, kalau sendiri masalah mental usaha itu bakalan bangkrut,” papar salah satu peserta, Adrianto.

Beberapa peralatan nampak dilokasi pelatihan. Peralatan tersebut diantaranya mesin Cutting dan Sablon merupakan bantuan dari Kemenaker untuk digunakan membangun ekonomi kreatif.(sur/pms)

Close