Berita UtamaKriminalMetropolis

Dimaafkan Korban, Pelaku Pelecehan Bebas

RadarBekasi.id – Pelaku pelecehan seksual di simpang Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan beruntung tak sampai merasakan dinginnya jeruji besi.

Korban tidak meneruskan perkara pelecehan seksual yang dilakukan oleh pelaku beberapa waktu lalu.

Kejadian berawal dari kisah pengendara motor yakni korban berinisial HN (24) yang sempat viral di media sosial. Korban menceritakan kisah pahit yang dialaminya di simpang Pekayon pada Selasa (3/9) sore lalu.

Korban merasa risih dengan perkatan pelaku, TGS (37) yang saat itu tengah sama-sama mengendarai sepeda motor di simpang Pekayon. Pelaku diketahui berkata tak pantas dengan menyebut area pribadi hingga menyinggung perasaan korban.

Korban yang membawa sepeda motor diketahui sempat berpindah tempat karena merasa risih. Namun, pelaku ikut pindah mengikuti korban.

Kesal karena diikuti, korban lalu memberanikan diri menegur pelaku, selain itu korban juga sempat memvideokan wajah pelaku dan mempertanyakan maksud pelaku mengeluarkan kata-kata tak senonoh.

”Nah setelah dia tahu diikuti lagi kemudian si korban atas nama HN ini bertanya kepada si pelaku, ada apa ?, kenapa kamu?, ngomong apa kamu ?. Tapi dijelaskan oleh yang bersangkutan nggak, saya nggak ngomong apa-apa, hal itu sempat direkam oleh si korban atas nama HN ini dan diviralkan,” ungkap Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKPB Eka Mulyana, akhir pekan kemarin (7/9).

Berdasarkan kisah pengemudi wanita yang viral tersebut, pihak kepolisian melakukan pengembangan dan mengamankan pelaku di rumahnya yang berada di bilangan Bekasi Selatan, Jumat (6/9) malam. Setelah pihak kepolisian memanggil dan memintai keterangan pelaku dan korban, saat ini pelaku membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali.

Beruntung, korban tidak melanjutkan perkara tersebut dan tidak membuat laporan kepada polisi. HN menyampaikan kepada pihak kepolisian bahwa ia hanya ingin memberikan efek jera. Status pelaku saat itu adalah calon terlapor dan dibuatkan surat pernyataan.

”Kemudian si korban atas nama HN ini mempunyai niat baik untuk tidak meneruskan kasus ini ke pidana. Terhadap perbuatan ini supaya ada efek jera ya kita buatkan si pelaku surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya ini,” tambah Eka.

Kepada pihak kepolisian pelaku TGS (37) mengaku sedang kesal karena tidak bisa membiayai pengobatan ibunya yang sedang sakit. Menurut pernyataan korban, pelaku berbicara sambil menelpon, namun pelaku mengaku bahwa ia tidak dalam keadaan menelpon, melainkan hanya berpura-pura menelpon saat mengucapkan perkataan tidak senonoh tersebut.

Saat itu dilokasi kejadian hanya HN saja wanita yang berada disana, maka HN tersinggung dan bergeser dari lokasi awal. Eka menjelaskan bagi siapapun yang merasa pernah mengalami pelecehan seksual, pihaknya membuka untuk setiap laporan yang masuk.

”Jadi maksudnya yang bersangkutan si TS ini sedang dalam keadaan kesal, dia tidak bisa membayar biaya pengobatan ibu nya, kemudian pada saat dalam keadaan kesal itu dia melihat ada hal-hal yang dia tidak suka kemudian diungkapkan saat itu juga,” imbuhnya.(sur)

Close