BekasiBerita UtamaMetropolis

2018, BPJS Tangani 147 Ribu Kecelakaan Kerja

Bagikan Ratusan Helm

BPJS
FOTO BERSAMA: Sejumlah pekerja yang ada di Kota Bekasi berfoto bersama dengan sekda Kota Bekasi, asisten deputi Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat dan direktur utama BPJS Ketenagakerjaan usai mendapatkan helm, Senin (9/9). AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Sebanyak 147 ribu kasus kecelakaan kerja terjadi sepanjang tahun 2018. Hal tersebut disampaikan Asisten Deputi Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat

Dia menjelaskan, dari 147 ribu kasus kecelakaan kerja periode 2018 lalu, sebanyak 4.678 atau 3,18 persen di antaranya mengalami cacat dan 2.575 atau 1,75 persen lainnya meninggal dunia.

”Dengan kata lain dalam satu hari sekitar 12 orang peserta BPJS Ketenagakerjaan mengalami kecacatan dan tujuh orang peserta meninggal dunia,” ungkap Anang dalam Sosialiasi dan Peluncuran Program Promotif dan Preventif BPJS Ketenagakerjaan di Balai Patriot, Komplek Pemkot Bekasi, Senin (9/9).

Tingginya angka kecelakaan kerja tersebut membuat pihaknya membagikan helm untuk ratusan peserta yang berasal dari Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Jumlahnya bervariasi. Untuk di Kota Bekasi, sebanyak 200 helm, Kabupaten Bekasi 150 helm dan Kabupaten Karawang 140 helm.

Pemberian helm kepada para peserta BPJS Ketenagakerjaan ini dilakukan untuk meminimalisir adanya korban kecelakaan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

”Acara kali ini kita lakukan sebagai bentuk nyata guna menekan semaksimal mungkin angka kecelakaan kerja yang terjadi bagi pekerja karena menurut data kami, kecelakaan kerja di luar tempat kerja atau jalan raya menduduki tempat tertinggi kedua setelah di dalam lokasi kerja atau 24 persen, sementara jumlah kematian yang terjadi akibat kecelakaan ini mencapai angka 57 persen,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, mengatakan, hal ini berdampak besar bagi pekerja, keluarga, dan perusahaan itu sendiri.

Sehingga, sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen yang diamanahkan dalam PP nomor 44 tahun 2015 dan Permenaker nomor 10 tahun 2016, pihaknya ingin berperan dalam menurunkan angka kecelakaan kerja melalui kegiatan Promotif Preventif ini.

”Selain itu kegiatan ini juga sebagai implementasi Vision Zero yang di endorse oleh ISSA sebagai transformational approach untuk pencegahan yang mengintegrasikan safety, health dan well-being,” terang Agus.

Penyebaran poster promosi keselamatan kerja ini akan disebar ke seluruh perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui kantor cabang setempat.

Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawati mengapresiasi program yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, program promotif dan preventif bagi pekerja dapat terus diperbarui.

”Harus ada inovasi dan terobosan agar dapat meminimalisir angka kecekalaan. Apalagi, Bekasi-Karawang mempunyai banyak kawasan industri dimana terdapat jutaan pekerja,” katanya.

Ia mengatakan keselamatan pekerja lebih penting agar perusahaan dapat berjalan dengan lancar dalam segi produksi. ”Perusahaan kan setiap hari produksi barang, nah untuk kesehatan dan keselamatan adalah hal utama agar lebih kondusif,” tandasnya.

Reny juga mengimbau kepada para pekerja agar dapat memanajemen diri agar tehindar dari kecelakaan kerja terutama bagi warga Kota Bekasi. ”Me-manage diri itu penting, misalnya masuk kerja jam 08.00 WIB. Para pekerja bisa pergi lebih pagi pukul 06.00 WIB, jangan mepet malah baru jalan dari rumah pukul 07.30 WIB sehingga terburu-buru hingga di perjalanan beresiko tinggi,” terangnya. (pay)

Tags
Close