Berita UtamaLalulintasMetropolis

Ganjil Genap Bekasi Normal

PINTU TOL: Kendaraan nampak memasuki pintu Tol Bekasi Timur, Senin (9/9). Hingga saat ini penerapan ganjil genap (gage) di Kota Bekasi masih normal hanya di pintu tol Bekasi Timur dan Bekasi Barat. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Penerapan ganjil genap (gage) di Kota Bekasi dipastikan masih berada di pintu masuk tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur.

Belum ada perluasan penerapan ganjil genap di Kota Bekasi menyusul ditetapkannya penambahan ruas gage di sejumlah jalan Jakarta.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan ketika dikonfirmasi Radar Bekasi, Senin (9/9).

”Nah perluasan gage itu yang kami tahu tanggal sembilan itu di wilayah Jakarta manjadi 25 ruas jalan, kalau untuk Bekasi sendiri belum ada sampai sekarang, hanya di pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur,” jelas Johan.

Dijelaskannya akses menuju Jakarta seperti tol Jatiwaringin dan pintu tol Jatibening serta beberapa ruas tol lainnya di Kota Bekasi belum dilakukan penerapan ganjil genap. ”Perluasan gage belum sampai di pintu tol tersebut,” tandasnya.

Sekadar diketahui, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mulai melakukan penilangan terhadap pengendara yang melanggar di kawasan yang menjadi perluasan ganjil genap di Jakarta Senin (9/9).

Pada hari pertama pemberlakuan dilakukan, kepolisian mencatat ada 941 roda empat yang melakukan pelanggaran.

Semua pelanggar itu didapati sejak pukul 06.00 hingga pukul 10.00. Proses penertiban periode kedua pada pukul 16.00 hingga 21.00.

”Dari 941 pelanggar ada sebanyak 617 surat Izin mengemudi (SIM) yang disita sebagai bukti tilang. Sisanya sebanyak 324 surat tanda nomor kendaraan (STNK) disita sebagai bukti tilang,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir, Senin (9/9).

Nasir menjelaskan, jumlah pelanggar terbanyak adalah di wilayah Jakarta Utara tepatnya di Jalan Gunung Sahari, Pademangan. Di sana ada 251 pelanggar, di mana ada 133 SIM dan 118 STNK disita.

Sementara itu, untuk lokasi paling sedikit ada di kawasan Jakarta Pusat. Di sana ada sebanyak 42 pengendara yang melanggar

Diketahui, perluasan kawasan ganjil genap ini berlaku pada pukul 06.00 hingga 10.00, juga 16.00 hingga 21.00. Sosialisasi atau penerapan aturan tanpa penegakan hukum dilaksanakan dari 12 Agustus hingga 6 September 2019.

Pemberlakuan sistem ganjil genap ini diperluas dari sembilan jalan menjadi 25 jalan. Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya mulai sosialisasi kebijakan ganjil genap di 16 ruas jalan di Jakarta sejak beberapa waktu lalu. (sur/cuy/jpnn)

Close