Berita UtamaKriminal

Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

TERSANGKA PENGEROYOKAN: Empat tersangka kasus pengeroyokan yang menyebabkan 2 orang meninggal dunia diamankan di Mapolres Metro Bekasi, Senin (9/9). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Empat pelaku kasus tindak kekerasan di muka umum hingga mengakibatkan kematian kakak beradik AS (48) dan WS (46) tertunduk lesu di kantor Polres Metro Bekasi Kota usai diamankan oleh pihak kepolisian siang usai kejadian, Minggu (8/9).

”Gara-gara dia nonjok saya, terus saya bales pakai tangan kosong, terus saya dipegangin akhirnya saya dibalokin(dipukul menggunakan balok),” ungkap salah satu pelaku, AM sambil tertunduk di kantor Polres Metro Bekasi Kota, Senin (9/9).

Cekcok antara dua kelompok korban dan pelaku berawal dari perseteruan kakak beradik dengan salah satu pemuda sekitar Anto lataran hal sepele yakni saling tatap. Cekcok berlanjut usai acara malam puncak peringatan HUT ke-74 RI, dalam acara tersebut berlangsung pagelaran musik dangdut.

Dalam cekcok kedua tersebut berakhir dengan tewasnya kakak beradik AS dan WS. Selain kelompok korban, beberapa diantara kelompok pelaku juga mengalami luka-luka. Berdasarkan hasil pemeriksaan jasad korban, diduga cekcok tersebut dipicu oleh pengaruh minuman keras, sementara pelaku mengaku tidak dalam pengaruh minuman keras. ”Enggak, saya enggak mabok,” katanya melanjutkan.

Pihak kepolisian saat ini masih memburu empat pelaku lainnya yang terlibat penganiayaan. Pada saat kejadian jumlah kelompok pelaku diketahui berjumlah lebih dari delapan orang. Namun beberapa diantaranya berusaha untuk melerai pertengkaran yang terjadi dini hari tersebut.

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa pertengkaran berdarah malam itu berawal ketika anak ketua RT 06 RW 01, Keluahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi dikeroyok oleh kelompok korban yang kembali pada dini hari usai pagelaran dangdut.

”Jadi si korban ini kontrak di sekitar situ, acara ini acara RT, semua warga hadir semua di lokasi. Memang kalau kita lihat dari diri korban ada bau minuman keras, nah kemungkinan itu dipicu dari minuman keras,” demikian dijelaskan oleh Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana.

Sebelum kembali ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban sempat melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Bekasi Timur. Delapan pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut rata-rata berusia 18 tahun, ke empat pelaku yakni R, AM, HS, dan DP diamankan dirumahnya masing-masing.

Dari olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban yakni batu, pecahan pot bunga, dan beberapa kayu berlumuran darah dilokasi kejadian. Hasil visum yang telah dilakukan, korban meregang nyawa akibat pukulan benda tumpul.

Akibat dari perbuatannya, pelaku diancam hukuman 12 tahun penjara. ”Pasal 170 ayat 3, penganiayaan bersama yang mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman antara 12 tahun. Pelaku yang lain sesaat setelah kejadian mereka kabur,” tutup Eka. (sur)

Close