Olahraga

Porserosi Jabar Terjunkan 16 Atlet

Hadapi BK PON

Sepatu-Roda
VENUE: Atlet sepatu roda ketika menggunakan venue Grand Wisata, Tambun Selatan. Lokasi tersebut menjadi venue babak kualifikasi termasuk komplek Stadion Wibawamukti Kabupaten Bekasi. DANI IBRAHIM/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Sebanyak 16 atlet Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Jawa Barat bakal tampil di Babak Kualifikasi (BK) PON Papua yang akan dihelat di Kabupaten Bekasi, 10 hingga 15 September 2019.

Dua venue di wilayah Kabupaten Bekasi dipilih menjadi lokasi BK. Diantaranya Sirkuit Porserosi Grand Wisata, Tambun Selatan dan Sprint Marathon yang memanfaatkan area komplek Stadion Wibawamukti, Cikarang Timur.

”Jabar menerjunkan16 atlet terdiri dari delapan putra dan delapan putri. Untuk lokasi terbagi dua, untuk nomor-nomor sirkuit, langsung di Grand Wisata sedangkan nomor Marathon di Stadion WBM (Wibawamukti),” ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Porserosi Kabupaten Bekasi, Diding Arisman kepada Radar Bekasi.

Menjadi tuan rumah di BK, diakuinya menjadi keuntungan Jabar karena mayoritas atlet sudah merasakan venue di wilayah Kabupaten Bekasi.

”Iya, terhitung dari sejak akhir Juli sampai pelaksanaan BK 10 September 2019, Jabar melaksanakan TC disini (Kabupaten Bekasi, red) maka jelas diuntungkan. BK di lokasi tempat Jawa Barat berlatih. Masa iya, jabar tidak bisa meloloskan banyak atlet,” imbuhnya.

Sementara itu, saat ditanya soal jumlah atlet Kabupaten Bekasi yang masuk pada BK PON, Diding mengatakan, bahwa satu nama yakni Alda Riani Arisman menjadi kandidat satu-satunya yang mewakili Kabupaten Bekasi.

Dia berharap besar, agar atletnya bisa memberikan hasil maksimal pada laga perebutan tiket menuju PON Papua.
”Dari Kabupaten Bekasi hanya satu, Alda. Tidak ada lagi, dan kita berharap besar sama beliau,” harapnya.

Dilain tempat, Ketua Porserosi Kabupaten Bekasi, Oster Rumahorbo mengakui bahwa proses Pelatda Jabar dilaksanakan di Sirkuit milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi. Untuk pelaksanaanya sendiri, sudah menginjak tahapan akhir penggunaan sirkuit.

”Setelah BK selesai. Kita tidak tahu, apakah akan digunakan lagi sebagai lokasi Pelatda atau tidak. Itu bukan urusan kami, kita tidak tahu menahu,” singkatnya saat di konfirmasi. (dan)

Tags
Close