Berita UtamaCikarangLingkunganPeristiwa

Ribuan Hektar Lahan Pertanian Kekeringan

Ribuan Hektar Lahan Pertanian Kekeringan

RadarBekasi.id – Tujuh ribu hektar lahan pertanian di Kabupaten Bekasi mengalami kekeringan karena kemarau panjang. Hal tersebut membuat petani merugi.

Salah satu petani di Desa Muarabakti, Abah (57), mengaku beralih dari menanam padi menjadi menanam semangka karena kekeringan. Hal itu dia lakukan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

”Pada awal menanam kondisi air masih bagus, namun semakin lama kekeringan tak bisa dihindari sehingga berdampak pada pengairan ladang saya,” ujarnya saat ditemui Radar Bekasi di lokasi penanaman semangka, Senin (9/9).

Walaupun sudah beralih, dia tetap mengalami kerugian. Karena kekurangan air menyebabkan kualitas buah yang ditanam menurun dan berdampak pada pendapatannya.

”Dalam sekali panen biasanya Rp8 juta per panen, sekarang paling cuma Rp3 juta sampai Rp4juta,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Penanaman pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Nayu Kulsum, mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Perusahaan Jasa Tirta untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Saat ini sesuai pendataannya, tujuh ribu hektar dari 48 ribu hektar lahan pertanian di Kabupaten Bekasi mengalami kekeringan dan merugi.

”Kami sifatnya hanya sosialisasi, kalau yang tidak menanam mah banyak. Datanya saya kurang hafal, namun kalau yang menanam namun merugi itu ada sekitar enam sampai tujuh ribu hektar,” jelasnya.

Nayu merinci, wilayah yang mengalami kerugian saat menanam pada musim kemarau berada di Muaragembong, Sukatani, Babelan, Tambun Utara, dan Sukawangi.

”Kondisi kultur secara geografis Kabupaten Bekasi ini, memang kekurangan sumber air. Jadi untuk kehidupan sehari hari saja sulit. Bagaimana untuk menanam,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya menuturkan, kondisi kekeringan masih dirasakan beberapa wilayah permukiman masyarakat. Khususnya di Desa Muarabakti, Kecamatan Babelan dan Desa Sindangjaya, Kecamatan Cibarusah.

”Kekeringan masih dialami oleh warga kita, namun kami selalu berikan bantuan air bersih sesuai dengan permintaan masyarakat. Sejauh ini kami sudah turunkan 15.000 liter air untuk dua desa. Yakni Muara Bakti dan Sindangjaya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, untuk dua desa tersebut. Pihaknya menyalurkan air kepada ratusan Kepala Keluarga (KK). ”Kampung Muara Pinang, Desa Muara Bakti 362 KK, dan di Kampung Cibogo Kaler sebanyak 100 KK,” jelasnya.(and)

Close