BekasiMetropolis

Wali Kota Serahkan ke Kecamatan

Soal Pembongkaran Bangli Perintah Katar Bekasi Utara

Radarbekasi.id – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyerahkan persoalan pembongkaran bangunan liar (bangli) yang diibangun atas perintah Ketua Karang Taruna (Katar) Kecamatan Bekasi Utara, Heri, ke pihak kecamatan setempat.

Pria yang akrab disapa Pepen ini menilai bahwa pembangunan bangli itu merupakan persoalan yang kecil. Walaupun persoalan itu sempat berbuntut dengan didatanginya Kantor Kelurahan Harapan Baru.

”Masalah kecil itu mah nggak berdampak, tanya saja ke lurah atau ke camat, karena pembinanya Katar Kecamatan ya camat dan Katar kelurahan itu ya lurah, tanya mereka saja. Kalau ada Katar tingkat kota baru tanya ke bapak,” katanya usai apel pagi di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (9/9).

Di tempat yang berbeda, Plh Camat Bekasi Utara, Zalalludin, mengatakan, kedatangan karang taruna ke kantor kelurahan yakni karena ingin mengkonfirmasi terhadap pondasi bangunan mereka yang ditertibkan.

”Ya Katar yang mendatangi Kantor Kelurahan Harapan Baru adalah Katar Kecamatan Bekasi Utara,” katanya usai menghadiri sidang paripurna di Gedung DPRD Kota Bekasi.

Dia menjelaskan, penertiban bangunan itu dilakukan karena Katar tidak memiliki izin dan berada di zona merah. ”Karena sebelum ngebangun sama sekali mereka tidak ada konfirmasi ke kita makanya kita tertibkan,” ujarnya.

Zalal menyatakan, persoalan tersebut sudah selesai. ”Jadi saya nyatakan selesai, sanksinya itu kita bongkar bangunan mereka,” imbuhnya.

Diketahui, Katar Unit 01 Kelurahan Telukpucung membangun enam unit warung atas perintah Ketua Katar Kecamatan Bekasi Utara, Heri. ”Karena ketua Katar Kecamatan Utara ngejamin, ya saya siap ngebangun, nggak tahunya setelah seminggu kita bangun ditertibkan oleh lurah harapan baru,” kata Ketua Katar Unit 01 Teluk Pucung, Adi Kusnadi, Selasa (3/9) lalu.

Hal itu dibenarkan Ketua Karang Taruna Kecamatan Bekasi Utara. Dia mengaku kalau pihaknya yang memerintahkan pembangunan warung tersebut.
”Ya itu memang pihak kita Katar Kecamatan Utara yang memerintahkan untuk membangun, akan tetapi setengah dibangun ditertibkan oleh pihak Kelurahan Harapan Baru,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, warung tersebut akan disewakan sebesar Rp6 juta. Heri pun membantah kabar tersebut. ”Kalau ada yang mengatakan akan disewakan enam juta, itu hoaks,” ujarnya.

Sekadar informasi, saat mewawancarai Heri, wartawan Radar Bekasi, Ahmad Pairudz merasa terintimidasi karena mendapatkan sejumlah makian ketika menyampaikan pertanyaan. (pay)

Tags
Close