BekasiBerita Utama

Copot Ketua Katar Bekasi Utara!

RadarBekasi.id – Aksi intimidasi terhadap wartawan yang dilakukan oleh ketua Karang Taruna (Katar) Kecamatan Bekasi Utara, Heri,  mendapat perhatian banyak pihak. Mantan ketua karang taruna Kecamatan Bekasi Utara, Machrul Falaq meminta ketua karang taruna kota Bekasi untuk bersikap tegas.

Mantan Anggota DPRD periode 2014-2019 tersebut juga merasa sangat kecewa terhadap prilaku yang telah dilakukan ketua karang taruna terhadap wartawan.” Sebagai ketua Karang Taruna harus menjunjung tinggi etika jurnalis dengan tidak melakukan tindakan pelecehan atau intimidasi  terhadap jurnalis saat melakukan tugas jurnalistiknya,” ucap dia.

Tak hanya itu, ia juga menyangkan sikap oknum ketua karang taruna lantaran telah memerintahkan untuk membangun bangunan liar di tanah zona merah padahal itu telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Bekasi.

Terkait dengan bangunan yang beberapa waktu lalu dibongkar oknum tersebut itu bisa dikenakan sanksi tindak pidana ringan dengan ancama 3 bulan penjara dan maksimal denda Rp50 juta. ” Intinya dia harus mundur karena itu (sikap) sangat memalukan,” tambah diaIa juga menyarankan sebaiknya anggota yang ada ketua ketua kelurahan untuk mencari sosok atau figur yang baik agar kejadian tak terulang lagi.

Sebelumnya  wartawan Radar Bekasi Ahmad Payrudz  mengaku mendapatkan intimidasi dari seorang narasumber saat melakukan tugas liputan.  Kasus ini dialami  Ahmad Payrudz saat  mencoba mewawancara narasumber dalam liputan  pembongkaran bangunan liar milik Karang Taruna di wilayah Teluk Pucung, Bekasi Utara.

Ahmad Payrudz atau Pay, mengaku mendapat perlakuan penghinaan (intimidasi) verbal dari Ketua Karang Taruna Kecamatan Bekasi Utara, Heri atau Cemong, saat melakukan konfirmasi atas bangunan liar milik Karang Taruna unit 01 Teluk Pucung, pada Rabu malam (4/9/2019).

Sebelumnya Pay melakukan reportase pada peneritiban bangunan liar milik Karang Taruna 01 Teluk Pucung, yang ditertibkan oleh Kelurahan Harapan Baru, pada Selasa (30/8/2019). Bangunan tersebut dibongkar lantaran berdiri diatas garis sepandan sungai atau zona merah yang dilarang mendirikan bangunan apapun.

Awalnya, kata Pay, dirinya ingin konfirmasi pernyataan  Ketua Katar 01 Teluk Pucung yang minta ganti rugi ke Ketua Katar Bekasi Utara. Atas informasi tersebut, Pay berusaha mendapatkan konfirmasi dari Ketua Katar Bekasi Utara yang disebutkan oleh narasumber sebelumnya.Ketika mengirimkan pesan whatsapp tersebut,  Ketua Katar Bekasi Utara menyuruh yang bersangkutan untuk datang ke rumahnya.

 “Saya coba WA (Whatsaap) bang Heri, terus saya disuruh ke rumahnya langsung untuk wawancara soal penertiban itu. Tapi sampai disana, bukannya mendapat jawaban, saya malah di maki-maki, terus saya dibilang mencemarkan nama baik dia (Heri), sampai dibilang wartawan buta engga bisa cari berita,” kata Pay.

Menanggapi persoalan ini, Jurnalis Kota Bekasi menggelar aksi damai bertempat di kantor Pemerintah Kota Bekasi untuk menindak lanjuti usaha untuk mengganggu kerja jurnalistik tersebut. (Sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six + 10 =

Lihat Juga

Close
Close
Close