Berita UtamaMetropolis

Distaru Bidik Potensi PAD

Target Capaian PAD Meningkat

PEMBANGUNAN TOL BECAKAYU: Pekerja menyelesaikan pembangunan Tol Becakayu, di Jalan KH Noer Ali, Bekasi Selatan. Pemerintah Kota Bekasi melalui dinas tata ruang akan menaikan nilai koefisiensi dasar bangunan untuk meningkatkan target PAD 2019. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi membidik potensi peningkatan Pendapat Asli Daerah (PAD) tahun 2019. Sejumlah terobosan dan program coba diterapkan.

 

Diantaranya upaya menaikan nilai Koefisien Dasar Bangunan (KDB), mengenakan kompensasi Kejadian Luar Biasa (KLB), termasuk revisi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang ada di Kota Bekasi.

 

Sekretaris Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi, Dzikron mengatakan, pihaknya tengah mengumpulkan data pendukung revisi RDTR.

 

”Kita inventarisasi proyek strategis nasional yang ada di Kota Bekasi yang baru yang belum masuk ke RDTR, nanti kita inventarisasi dan kita masukkan dalam klausul pertimbangan untuk revisi,” katanya, Selasa (10/9).

 

Salah satu revisi RDTR, kata dia, mempersiapkan kenaikan kompensasi KLB kenaikan KDB yang kini tengah diatur. ”Efeknya nanti akan ada kenaikan terhadap retribusi, kemudian kompensasi KLB itu juga akan kita kenakan untuk bangun-bangun yang KLB lebih kita akan mintai kompensasi,” ujarnya.

 

Karena menurutnya, di DKI Jakarta hal tersebut sudah diberlakukan, sehingga dana yang akan di dapat bisa digunakan untuk pembangunan.

 

Salain itu, kompensasi KLB memiliki dua kelebihan, selain meningkatkan PAD, pemerintah juga mendapat ruang terbuka hijau.

 

Lanjutnya, tidak hanya di Jakarta yang memberlakukan hal itu, Kota Bandung diakuinya juga sudah menerapkan. Selama ini pihak hanya mendapatkan PAD dari IMB saja.

 

Dengan adanya program tersebut diharapkannya bisa menggaet potensi PAD lebih besar untuk Kota Bekasi.

 

”Karena melihat komposisi realisasi PAD itu sepuluh persen dari rumah tinggal, sepuluh persen lagi dari rumah toko (Ruko) dan sisanya dari apartemen dan mal,” jelasnya.

 

Saat ini, pihaknya menargetkan PAD akan bertambah, dari tahun 2018 Rp76 miliar, tahun 2019 ini diterget mencapai Rp99 miliar.

 

”Target yang naik 20 persen kita usahakan dapat tercapai dengan program yang sekarang ini kita canangkan,” ungkapnya. (adv/pay)

Close