Berita UtamaCikarangKriminal

Dor ! Pencuri Uang Santri Lumpuh

Dipakai Foya-Foya di Tenda Biru

RadarBekasi.id – Dor !!!, timah panas bersarang di kaki kanan pencuri uang santri, Aca (38), yang mencoba melarikan diri ketika ditangkap di Kampung Rawa Banteng, RT 01/02, Desa Mekarwangi, Cikarang Barat, Jumat (6/9) dini hari, lalu.

Aca ketahuan mencuri uang sebesar Rp40 juta, satu unit laptop dan satu unit tablet milik Saefulloh, santri Pondok Pesantren Quran Terpadu Mimbar Hufazh yang berlokasi di Kampung Lubang Buaya, RT 02/07, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, satu bulan yang lalu.

Kapolsek Setu, AKP Wahid Key, menjelaskan, kejadian ini berawal, saat pelaku yang sedang melintas di lokasi kejadian menggunakan sepeda motor Jupiter MX bernomor polisi B-6370-KKP.

Dia melihat korban keluar dari mobil dan langsung masuk ke kamar di pesantren lalu keluar lagi. Tapi, saat itu pintu kamarnya tidak ditutup dengan rapat.

Aca langsung melompat pagar pondok pesantren setelah melihat korban keluar rumah. Lalu, dia masuk ke dalam kamar dan menggasak barang berharga serta membawa kabur tas berisi uang lalu melarikan diri.

Beberapa waktu kemudian, korban yang mengetahui barangnya dicuri melapor ke polisi. Setelah mendapatkan laporan, personil Polsek Setu bersama Tim Cobra Polres Metro Bekasi melakukan pendalaman dan penyelidikan di lokasi kejadian, dengan meminta keterangan korban, dan para saksi.

Dua minggu kemudian, polisi mengantongi identitas. Setelah itu, satu bulan pasca kejadian pihaknya mengetahui keberadaan pelaku sehingga dilakukan penangkapan.

Saat ditangkap, Aca memberikan perlawanan fisik dan mencoba melarikan diri. Sehingga petugas kepolisian yang berada di lokasi mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki kanan pelaku agar tidak melarikan diri.

”Pelaku ini residivis, sudah dua kali masuk penjara dengan kasus yang sama. Bahkan yang kedua itu pencurian dan kekerasaan. Kita tembak pelaku karena berusaha kabur,” kata Wahid, Selasa (10/9).

Kepada polisi, Aca mengaku bahwa uang hasil curian sudah dihabiskan untuk berfoya-foya di lokalisasi Tenda Biru (TB), Cibitung. Namun untuk tablet masih ada di tangan pelaku.

Wahid menjelaskan, pelaku mengaku beraksi karena kebetulan lewat dan melihat ada kesempatan. Selain itu, awalnya pelaku hanya mengincar tas, laptop dan tablet.

”Duitnya habis saat dilakukan penangkapan, karena waktu kejadian pencurian, dengan penangkapan sekitar satu bulan. Pengakuannya, uangnya buat foya-foya. Uangnya yang dicuri itu uang santri,” bebernya.

Akibat perbuatanya, pelaku terancam dikenakan pasal 363 tentang pencurian, dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun.(pra)

Close