Berita UtamaMetropolis

Pimpinan Definitif Tunggu SK Gubernur

ILUSTRASI: Petugas keamanan melintas di kantor DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, belum lama ini. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Pengambilan sumpah pimpinan definitif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi masa bakti 2019-2024 menunggu Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang diterima, Pimpinan DPRD sudah diumumkan pada Senin lalu (9/9). Nama pimpinan DPRD diumumkan sesuai dengan surat yang diterima dari empat partai dengan perolehan suara atau kursi terbanyak pada pemilihan legislatif (Pileg) 2019 lalu.

”Sekarang ini sedang diproses masuk ke Jawa Barat melalui Wali Kota dan pimpinan sementara, nah itu ada proses untuk beberapa waktu,” kata Sekretaris DPRD Kota Bekasi, Muhammad Ridwan kepada Radar Bekasi, Selasa (10/9).

Proses pengajuan kepada Provinsi Jawa Barat diawali dengan penyampaian surat kepada Wali Kota Bekasi, kemudian diteruskan kepada pemerintah Provinsi Jawa Barat. Setelah itu, barulah mendapatkan jawaban berupa Surat Keputusan (SK).

Senin lalu diumumkan untuk ketua DPRD Kota Bekasi berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yakni Chairoman Joewono Putro, Wakil Ketua satu berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yakni Anim Imamuddin, Wakil Ketua Dua berasal dari Partai Golongan Karya yakni Edi, dan Wakil Ketua Tiga berasal dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Sekretariat DPRD Kota Bekasi akan mengupayakan SK tersebut bisa diterima dalam waktu dekat sehingga pengambilan sumpah jabatan bisa langsung dilakukan. Maka, DPRD Kota Bekasi bisa mengesahkan Tata Tertib (Tatib) dan membentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

”Targetnya itu selambat-lambatnya tanggal 26 September, tapi kan ini proses, ada proses eksternal yaitu Gubernur. Walaupun itu di ranahnya Tapem Pemerintah Kota, tetep nanti kita akan mengawal, membantu agar lebih cepat,” terangnya.

Pengumuman pimpinan definitif juga diumumkan fraksi-fraksi yang ada di DPRD Kota Bekasi. Dua partai yang tidak bisa untuk membentuk fraksi mandiri sudah memutuskan untuk bergabung dengan fraksi lain. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memutuskan untuk bergabung dengan fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), sedangkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memutuskan untuk bergabung dengan fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Hal senada, diungkapkan Ketua DPRD sementara, Saifuddaulah bahwa pihaknya menargetkan tanggal 26 mendatang sudah dilakukan pengucapan sumpah janji pimpinan dewan.  Sesuai dengan janjinya pada saat pelantikan anggota DPRD beberapa waktu lalu, bawa dirinya menargetkan pimpinan DPRD definitif akan terbentuk dalam rentang waktu satu bulan.

”Jadi paripurnanya adalah pembacaan sumpah janji pimpinan DPRD definitif oleh Kepala Pengadilan Negeri. Target kita 26 (September), tapi kan tetap bisa saja kalau tanggal 20 sudah (diterima SK) bisa saja,” katanya saat dijumpai di ruangan.(sur)

Close