Berita UtamaCikarang

RSUD Disebut Minta Damai

Soal Dugaan Malapraktik

RadarBekasi.id – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi disebut mengajak damai terkait gugatan dugaan malapraktik kepada peserta Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Taufik Hidayat.

Menurut Taufik, hal itu disampaikan dalam sidang dengan agenda mediasi yang digelar belum lama ini.

”Iya intinya pada mediasi ini sudah iktikad baik untuk melangkah pada jalur perdamaian, dan hal ini kami masih menunggu sidang berikutnya. Yakni pada tanggal 12 September mendatang,” ujarnya saat dihubungi Radar Bekasi, Selasa (10/9).

Meskipun ada upaya perdamaian, Taufik meminta pihak RSUD untuk memperbaiki pelayanan supaya tidak ada korban dugaan malapraktik seperti apa yang sudah dialaminya.

”Kami menyambut baik, namun dalam hal ini jangan dilihat konteks berapa yang kami minta ganti ruginya. Namun lebih melihat apa yang sudah saya rasakan, sebab yang saya inginkan ini adalah kesembuhan pada tangan saya. Oleh sebab itu saya minta pergantian perobatan medis yang lebih baik, namun tidak menggunakan BPJS Kesehatan melainkan jalur umum,” harapnya.

Sementara itu, pengacara Taufik, Rio Saputro menuturkan, permintaan damai itu secara tidak langsung menunjukkan RSUD mengakui kesalahan.

”Pada sidang lanjutan belum lama ini, saya juga datangkan dokter spesialis rontgen dari RSPAD dimana secara teknis dari hasil rontgen diduga ada kesalahan. Namun karena ada upaya atau iktikad baik, kami menghargai hal itu. Namun kami perlu adanya tertulis bagaimana keinginan pasien yang merasakan sakit sejak lama untuk dapat sembuh kembali. Sebab kan jelas ini ada perdamaian berarti secara tidak langsung oknum dokter memang bersalah,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Utama RSUD Kabupaten Bekasi, Sumatri, menyatakan, hal itu sudah diserahkan ke Pemkab Bekasi. ”Maaf ya kami sudah menyerahkan semua ini kepada pengacara Pemkab Bekasi. Hal itu sesuai dengan arahan pak bupati,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bagian Hukum Setda Pemkab Bekasi, Suhup, membantah RSUD Kabupaten Bekasi meminta damai. ”Kami bukannya damai, tapi mediasi musyawarah mufakat sesuai dengan arahan majelis,” katanya.

Dia juga menyatakan tidak ada kesalahan dalam proses pengobatan sebagaimana gugatan yang disampaikan pasien.

”Ini sebenarnya hanya perbedaan perspektif, tidak ada kesalahan. Namun kami kan dari pemerintah pada saat sidang dari majelis mengarahkan untuk bermediasi. Oleh sebab itu kami simpulkan untuk membicarakan bagaimana langkah baiknya. Tentu kami dari pemerintah ingin memberikan yang terbaik sesuai dengan hasil musyawarah,” jelasnya.

Soal gugatan sebesar Rp2 miliar dari pasien, Suhup menyatakan kalau Pemkab Bekasi tidak memiliki anggaran tersebut.

”Wah kalau miliaran tentunya anggaran dari mana pemerintah, namun untuk uang santunan dan perhatian dari pemerintah pasti ada. Oleh sebab itu nanti kan ada sidang lagi untuk lebih lanjutnya,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Taufik diduga menjadi korban malapraktik setelah menjalani operasi di RSUD Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu. RSUD Kabupaten Bekasi digugat sebesar Rp2 miliar (and)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × one =

Close
Close