Tokoh

Habibie, Kekasihku

Oleh: Zaenal Aripin

RadarBekasi.id – Kematian Habibie benar-benar membawa duka bangsa ini. Duka karena kepulangannya mengingatkan kembali pada kebaikannya semasa hidupnya. Hingga kisah cintanya bersama Ainun, sang istri.

Mulai dari istilah Iptek-Imtak (ilmu pengetahuan teknologi-iman dan takwa). Yang diluncurkan Habibie saat masih Menristek dan memimpin ICMI.

Habibie lah yang mengenalkan istilah Iptek-Imtak untuk next generation yang lebih berkualitas. Pentingnya memadukan duniawi dan ukhrowi.

Dia bukan tipe NATO (no actions talk only). Iptek-Imtak itu dikonkretkan. Dengan mendirikan sekolah yang menyeimbangkan pendidikan agama dan duniawi. Lahirlah sekolah Insan Cendekia. Sekolah Islam berprestasi yang sejajar dengan sekolah umum lainnya.

Di bidang teknologi dirgantara, tak diragukan lagi kehebatannya. Dia pencetus Teori Habibie. Suatu teori yang memecahkan problem ketidakstabilan konstruksi ekor pesawat Fokker 28. Memecahkan problem konstruksi gantungan mesin pesawat. Termasuk solusi atas penyebab keretakan pesawat. Berkat ilmunya ini juga, Habibie dijuluki sebagai Mr. Crack. Saat bekerja di perusahaan penerbangan Jerman, Hamburger Flugzeugbau (HFB).

Di Indonesia, tetap dikenang sebagai bapak Dirgantara Indonesia yang telah melahirkan pesawat N-250 lewat PT Dirgantara Indonesia (IPTN). Dan penggagas pesawat R-80. Pesawat berpenumpang 80 orang yang kini masih dalam tahap produksi.

Yang tak bisa dilupakan pula, Habibie layak disebut sebagai Bapak Demokrasi. Memberi kebebasan pers dalam masa jabatan singkatnya sebagai presiden selama 15 bulan pada rentang 1998-1999. Meski banyak yang memplesetkan menjadi ‘kebablasan’ pers.

Bagi saya, semua kehebatannya semasa hidup, sangat mungkin, tidak lepas dari hikmah doa orangtuanya yang memberinya nama keren: Baharuddin Jusuf Habibie/BJ Habibie.

Baharuddin itu dalam bahasa Arab bermakna Lautan/Samudera Agama. Jusuf adalah sosok teladan yang rupawan dan berilmu sehingga banyak yang dicintai, elit dan rakyat jelata. Sedangkan Habibie sendiri bermakna kekasihku.

Jadi, pantaslah, kalau Habibie bukan hanya dicintai dan mencintai Ainun saja. Melainkan dia menjadi kekasih para pecinta kebaikan lintas Agama. (*)

Close