Berita UtamaHukumMetropolisPeristiwa

JBB ’Geruduk’ Pemkot Bekasi

Kecam Aksi Intimidasi Wartawan Bekasi

SAMPAIKAN ASPIRASI: Puluhan jurnalis Bekasi mengelar aksi solidaritas mengecam aksi intimidasi yang dilakukan Ketua Karang Tarunga Kecamatan Bekasi Utara terhadap wartawan Radar Bekasi, Rabu (11/9). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RadarBekasi.id – Aksi solidaritas dilakukan puluhan jurnalis di depan kantor pemerintah kota (Pemkot) Bekasi, Rabu (11/9).

Aksi tersebut buntut dari intimidasi verbal yang dilakukan Ketua Karang Taruna Bekasi Utara, Heri kepada wartawan Radar Bekasi, Ahmad Pairudz ketika melaksanakan tugas jurnalistiknya.

Dalam aksinya, para pewarta yang melakukan long march dari Kantor PWI Bekasi, sempat menanggalkan kartu pers sebagai bentuk protes.

Ketua Karang Taruna Bekasi Utara, Heri yang belakangan juga diketahui sebagai Tenaga Kerja Kontrak (TKK) dilingkungan Pemkot Bekasi dianggap telah melakukan pelecehan terhadap profesi jurnalis.

”Kita sangat miris, karena sebelumnya juga sempat terjadi intimidasi yang dilakukan oleh pejabat di Kota Bekasi terhadap teman-teman jurnalis. Lewat aksi ini kita ingin teman-teman jurnalis di Kota Bekasi kebebasan persnya terjamin,” kata Koordinator Aksi, Muhammad Alfi Yasin, Rabu (11/9).

Beberapa tuntutan disampaikan kalangan jurnalis yang tergabung dalam Jurnalis Bekasi Bersatu (JBB), diantaranya mengutuk keras ancaman dan intimidasi verbal dan non verbal terhadap profesi jurnalis.

Mendesak Wali Kota Bekasi bertindak atas pelecehan kerja jurnalis yang dilakukan salah satu pegawainya yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Bekasi Utara.

Selain itu, mereka juga meminta semua pihak untuk menghargai kerja jurnalis yang dilindungi oleh undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pokok pers.

 Di tempat yang sama Ahmad Pairudz mengatakan bentuk intimidasi diharapkannya tak terulang kembali dikemudian hari.

”Biasanya ada saja narasumber yang seperti itu, dengan adanya aksi ini mudah-mudahan tidak akan terjadi lagi (intimidasi,red),” terang pria yang akrab disapa Pay tersebut.

Aksi puluhan pewarta yang sebelumnya berkumpul di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi ini berlangsung damai.

Usai aksi puluhan jurnalis dipertemukan dengan Kabag Humas Pemkot Bekasi, Sajekti Rubiah.

Sebelumnya, Aksi intimidasi terhadap wartawan yang dilakukan oleh ketua Karang Taruna (Katar) Kecamatan Bekasi Utara, Heri, juga mendapat perhatian banyak pihak. Mantan ketua karang taruna Kecamatan Bekasi Utara, Machrul Falaq meminta ketua karang taruna kota Bekasi untuk bersikap tegas.Mantan Anggota DPRD periode 2014-2019 tersebut juga merasa sangat kecewa terhadap prilaku yang telah dilakukan ketua karang taruna terhadap wartawan. ”Sebagai ketua Karang Taruna harus menjunjung tinggi etika jurnalis dengan tidak melakukan tindakan pelecehan atau intimidasi  terhadap jurnalis saat melakukan tugas jurnalistiknya,” ucap dia.

Tak hanya itu, ia juga menyayangkan sikap oknum ketua karang taruna lantaran telah memerintahkan untuk membangun bangunan liar di tanah zona merah padahal itu telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Bekasi.

Terkait dengan bangunan yang beberapa waktu lalu dibongkar oknum tersebut itu bisa dikenakan sanksi tindak pidana ringan dengan ancama 3 bulan penjara dan maksimal denda Rp50 juta.” Intinya dia harus mundur karena itu (sikap) sangat memalukan,” tambah dia.Ia juga menyarankan sebaiknya anggota yang ada ketua ketua kelurahan untuk mencari sosok atau figur yang baik agar kejadian tak terulang lagi.

Sebelumnya wartawan Radar Bekasi Ahmad Payrudz mengaku mendapatkan intimidasi dari seorang narasumber saat melakukan tugas liputan.  Kasus ini dialami Ahmad Pairudz saat  mencoba mewawancara narasumber dalam liputan pembongkaran bangunan liar milik Karang Taruna di wilayah Telukpucung, Bekasi Utara.

Ahmad Pairudz atau Pay, mengaku mendapat perlakuan penghinaan (intimidasi) verbal dari Ketua Karang Taruna Kecamatan Bekasi Utara, Heri atau Cemong, saat melakukan konfirmasi atas bangunan liar milik Karang Taruna unit 01 Telukpucung, pada Rabu malam (4/9).

Sebelumnya Pay melakukan reportase pada penertiban bangunan liar milik Karang Taruna 01 Telukpucung, yang ditertibkan oleh Kelurahan Harapan Baru, pada Selasa (30/8). Bangunan tersebut dibongkar lantaran berdiri diatas garis sepandan sungai atau zona merah yang dilarang mendirikan bangunan apapun.

Awalnya, kata Pay, dirinya ingin konfirmasi pernyataan Ketua Katar 01 Telukpucung yang minta ganti rugi ke Ketua Katar Bekasi Utara. Atas informasi tersebut, Pay berusaha mendapatkan konfirmasi dari Ketua Katar Bekasi Utara yang disebutkan oleh narasumber sebelumnya. Ketika mengirimkan pesan WhatsApp tersebut,  Ketua Katar Bekasi Utara menyuruh yang bersangkutan untuk datang ke rumahnya.

 ”Saya coba WA (Whatsaap) bang Heri, terus saya disuruh ke rumahnya langsung untuk wawancara soal penertiban itu. Tapi sampai disana, bukannya mendapat jawaban, saya malah di maki-maki, terus saya dibilang mencemarkan nama baik dia (Heri), sampai dibilang wartawan buta engga bisa cari berita,” kata Pay. (sur)

Close