Berita UtamaOlahraga

Pelatda Angkat Besi Tunggu SK

PABBSI
LATIHAN: M Hasbi, salah satu atlet Pelatda PON asal Kota Bekasi kembali menjalani latihan di PABBSI Kota Bekasi, usai meraih medali emas di nomor 61 Kg pada pra PON 2019. DANI IBRAHIM/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Program pemusatan latihan daerah (Pelatda) angkat besi pasca pra Pekan Olahraga Nasional (PON) Agustus lalu, belum berjalan.

Hingga saat ini kepastian pelatda masih menunggu surat keputusan (SK) dari pengurus daerah (Pengda) PABBSI Jawa Barat.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Angkat Besi Jawa Barat, Sodikin menjelaskan, salah satu lokasi pelatda yakni di markas PABBSI Kota Bekasi Jalan Jenderal Ahmad Yani.

”Kita tidak memaksakan untuk atlet langsung menjalankan Pelatda. Kita masih menunggu SK dari Provinsi. Selambat-lambatnya, BK akan dijalankan pada Januari 2020 nanti,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (11/9).

Melihat kondisi saat ini, Sodikin mengakui bahwa ada banyak cabor pasca BK PON tak langsung menjalankan Pelatda. Namun pihaknya berharap kondisi itu tak terjadi di PABBSI.

”Hal itu tidak boleh terjadi di cabor angkat besi. Mestinya, pelatda memang harus sudah dijalankan Jabar dan tidak dikembalikan ke pengcab,” bebernya.

Untuk Kota Bekasi, kata lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua Harian PABBSI Kota Bekasi itu, tiga atlet binaannya yakni M Hasbi kelas 61 Kg, Sukma Aprianti kelas 76 Kg dan Dwi M Lestari kelas 64 Kg, sudah kembali menjalani latihan di PABBSI Kota Bekasi.

”Alhamdulillah, Jabar meloloskan delapan. Dari kita ada tiga yang masuk untuk menuju PON 2020,” katanya.

Dia berharap, Jabar juga bisa berhati besar untuk tetap memperjuangkan atlet yang sudah lolos BK, meskipun ada banyak cabang yang tidak berhasil mencapai target. Menurut Sodikin, kegagalan di BK tidak boleh mengganggu program yang sebelumnya sudah ditetapkan.

”Memang harus semangat, meskipun tidak mencapai target saat BK,” imbuhnya.

Sambung mantan lifter dunia ini, terkait pelaksanaan PON angkat besi belum ada kabar pasti. Sementara PABBSI Jabar masih memfokuskan atlet ke Pelatda PON.

”Jadwal pertandingan PON sendiri masih belum ditetapkan, dan masih belum jelas. Entah itu di Papua atau dimana. Sementara masih fokus di Pelatda, dan menjalankan latihan biasa bagi atlet yang dipulangkan sementara ke Pengcab sampai SK Pelatda dikeluarkan. Saya juga sedang mencari perlengkapan untuk sarana di lokasi Pelatda. Agar pelaksanaan benar-benar maksimal,” tukasnya. (dan)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 5 =

Close
Close