Berita UtamaCikarangKecelakaanPeristiwa

Dua Orang Alami Luka Bakar

PANIK : Seorang warga berlarian menghindari asap kebakaran yang melanda gudang pengelolahan limbah plastik di Kampung Bangkongreang, Desa Wangunharja, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (12/9). Kebakaran itu diduga akibat konsleting arus
listrik.ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Gudang pengelolahan plastik yang berada Kampung Bangkong Reang, RT 02/01, Desa Mangunharja, terbakar. Kamis (12/9) dini hari. Akibat kejadian tersebut, dua orang mengalami luka bakar. Masing-masing adalah pekerja di gudang tersebut dan satunya lagi merupakan petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi.

Komandan Pleton Satu Disdamkar Kabupaten Bekasi, Dani Adha, mengatakan, petugas damkar mengalami luka bakar karena terperosok saat sedang memadamkan api. Sementara, pihaknya belum mengetahui penyebab adanya pekerja yang mengalami luka bakar.

”Ada korban luka bakar, satu pekerja di tempat ini, dan satu petugas damkar, kalau petugas damkar tadi dibawa ke RSUD Cibitung. Tapi untuk pekerja belum tahu dibawa kemana,” ujarnya saat ditemui dilokasi kebakaran. Kamis (12/9).

Menurutnya, kebakaran yang terjadi pada pukul 04:00 dini hari, disebabkan karena adanya percikan api tidak jauh dari ruang produksi. Lalu, api tersebut mengenai kabel listrik, dan menyambar ke mesin pengelolalahan limbah plastik yang akhirnya menyambar ke tempat lain.

”Pekerja yang tidur di mes melihat api di sekitaran ruang produksi, tepatnya di belakang mes dia. Karena ini gudang limbah plastik, sekaligus pengelolaan material plastik, api dengan cepat meraba ke tempat lain,” tuturnya.Selain korban jiwa, api juga melalap empat mobil yang ada di sekitar gudang tersebut. Satu mobil di luar, dan tiga mobil berada di dalam gudang.

Atas peristiwa tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai lima ratus juta rupiah. ”Perkiraan saya kerugian ratusan juta, misalkan melihat barang-barang yang terbakar. Karena ini juga ada mesin pengelolahan limbahnya juga,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya mengerahkan sepuluh unit mobil pemadam kebakaran dengan volume air 3.000 liter, sampai 800 liter.

”Pemadaman di sini terkendala sumber air yang jauh. Karena lokasi kebakaran sangat kering. Selain air, angin yang cukup kencang menjadi kendala. Ditambah banyak sampah plastik, sehingga dengan cepat api terus menyambar,” bebernya.(pra)

Close