Berita UtamaKecelakaanPeristiwa

Dua Sahabat Terpanggang

Korban Kecelakaan Tol Cipularang Warga Bekasi

DIMAKAMKAN: Kerabat dan keluarga korban mengangkat peti jenazah Umayah Ulfah (25) saat hendak ditempatkan di peristirahatan terakhir di TPU Perwira, Bekasi Utara, Kamis (12/9). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RadarBekasi.id – Kedatangan jenazah Umayah Ulfa (25),warga Kota Bekasi yang menjadi korban kecelakaan Tol Cipularang pekan lalu disambut isak tangis kerabat, tetangga dan keluarga, kamis sore kemarin. Jenazah dibawa dari Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati menggunakan ambulans dengan pengawalan polisi.

La Ilaha Illallah…. La Ilaha Illallah…. La Ilaha Illallah,” ucap seluruh kerabat, keluarga dan tetangga yang sudah menunggu di rumah duka seraya mengangkat peti jenazah menuju ke ruang tamu rumah korban di Jalan Batu Hitam, RT 05 RW 09, Perumahan Villa Mas Garden, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Isak tangis membawa suasana menjadi amat haru, tidak hanya keluarga, tetangga dan kerabat yang datang pun larut dalam isak tangis sejak kedatangan Jenazah dirumah duka pukul 15:30 WIB.

Sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Perwira, jenazah disalatkan di masjid yang tidak jauh dari kediaman korban. Wanita yang berprofesi sebagai guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri (Mts N) 1 Kota Bekasi tersebut sempat dikabarkan hilang selama lima hari sejak kepergiannya kerumah Neilisma, temannya di kawasan Depok, Jawa Barat.

Ayah korban, Nursidik usai pemakaman putri keduanya tersebut menceritakan, pada hari Sabtu (31/8) sebelum kejadian, teman Umayah yakni Neilisma yang juga terbakar dalam peristiwa kecelakaan nahas beberapa waktu lalu di tol Cipularang sempat menginap dirumahnya.

Baik Neilisma maupun Umayah memang kerap bergantian menginap dirumah Umayah maupun dirumah Neilisma. Keesokan harinya, Minggu (1/9) keduanya berpamitan untuk pergi kerumah Neilisma, Nursidik pun masih sempat berkomunikasi dengan anaknya.

Namun, pada hari Senin (2/9) putrinya putus kontak dengan keluarga maupun kerabat. Mereka mengira Umayah dan Neilisma hilang diculik dan sebagainya, hingga kerabat dan teman-temannya pun menyebar foto keduanya di media sosial.

“Jadi malam minggu itu memang Neilisma menginap di rumah kami dan minggu pagi jam 08.00 WIB akan pamit main ke rumah Neilisma, sampai di Depok jam 10.00 WIB. Tapi setelah itu saya belum begitu paham karena yang tahu persis yang ada di Depok,” katanya.

Setelah teman-temannya mencari petunjuk keberadaan Umayah, ternyata diketahui melalui keberadaan sim card yang dikenakan oleh anak kedua dari dua bersaudara tersebut berada di kawasan Tol Cipularang.

Keluarga dan teman-temannya pun mendatangi RS Polri Kramatjati setelah mengetahui ada empat jenazah yang belum teridentifikasi. ”Akhirnya teman teman alumni pondok pesantren mencari dan ada sedikit barang bukti yaitu kartu sim itu ada di tol Cipularang dan kami sepakat mengajak Sabtu langsung menuju RS Polri dan berusaha untuk identitas anak kami, karena di situ ada informasi, ada empat jenazah yang semuanya putri,” lanjut ayah dengan dua anak tersebut.

Setelah dilakukan tes DNA, dipastikan bahwa salah satu jenazah dari empat jenazah lainnya merupakan Umayah Ulfa. Keluarga mengaku tidak tahu mengapa dan untuk apa keberadaan Umaya di Tol Cipularang tersebut, padahal sebelumnya berpamitan ke rumah Neilisma.

Dia mengaku, Perjalanan dari RS Polri hingga kerumah duka berjalan lancar tanpa hambatan. Kata Nursidik ini merupakan hikmah dari kebaikan putrinya semasa hidup. Dibuktikan juga dengan kedatangan kerabat semasa di Pondok Pesantren maupun kerabat di sekolah tempatnya mengajar, juga tetangga berdatangan ke rumah duka menyambut jenazah Umayah.

Warga sekitar mengaku, Umayah dikenal sebagai pribadi yang aktif berkegiatan dilingkungan masyarakat sekitar. Semua tetangga merasa kehilangan atas peristiwa ini. ”Pokoknya anaknya is the best deh pokoknya. Makanya kita kaget kok dia gitu, di pesantren juga aktif banget Pramuka gitu,” kata salah satu tetangga korban, Nina.

Dalam prosesi pemakaman Umayah, hadir pula kerabat sesama guru dan juga siswa yang baru 1,5 bulan ini diajar mata pelajaran Qur’an Hadist oleh putri bungsu Nursidik. Sosok ibu guru muda nan baik tersebut dinilai mengerti cara belajar yang diinginkan oleh muridnya.

”Dia orangnya itu bisa ngertiin anak muridnya, dia baru mengajar satu bulan setengah, orang baiknya asik, dia juga bisa ngertiin anak muridnya, mau belajar kaya apa bakal diikutin, dia tidak pernah membebani anak muridnya,” kata siswa kelas 12 MAN 1 Kota Bekasi, Muhammad Viqi.

Sekedar doketahui, Empat jenazah korban terbakar dalam kecelakaan beruntun maut yang terjadi di kilometer (Km) 91+200 Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi) atau Cipularang pada Senin 2 September 2019 lalu, berhasil diidentifikasi.

Sebelumnya, empat jenazah ini dikirim ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan identifikasi oleh TIM DVI Polri. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, keempat korban yang semula jasadnya tak dikenali karena hangus terbakar, berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Alhamdulillah empat jenazah luka bakar korban kecelakaan lalu lintas di Km 91+200 Cipularang yang kami kirim ke RS Sukanto Kramat Jati sudah teridentifikasi semua. Itu info dari Ahli Utama Dokpol RS Sukanto Kramat Jati Kombes POl dr Edi Purnomo,” kata Truno, Kamis (12/9).(sur/pjk)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − 15 =

Close
Close