CikarangHukumKesehatan

Jumlah Uang Kerahiman Dinilai Tak Manusiawi

Korban Dugaan Malapraktik Menolak

TUNJUKKAN HASIL RONTGEN: Taufik Hidayat (tengah) menunjukan hasil rontgennya atas dugaan malapraktik usai menjalani sidang di Kantor Pengadilan Negeri Cikarang, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat beberapa waktu lalu. ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Taufik Hidayat, pasien BPJS kesehatan yang juga korban dugaan malapraktik salah satu dokter di RSUD Kabupaten Bekasi, menolak uang kerahiman sebesar Rp50 juta dari Pemkab Bekasi. Pasalnya, jumlah uang tersebut dinilai tidak manusiawi.

Taufik mengaku dirinya sudah menghabiskan uang sekitar Rp150 juta untuk biaya pengobatan tangannya termasuk transport dan uang makan.

”Saya sangat kaget dari anggka Rp2 miliar menjadi Rp50 juta. Saya menyampaikan ini dilihat bukan dari ganti rugi, namum lebih kepada apa yang saya rasakan. Jadi menurut saya Rp50 juta itu sangat tidak manusiawi, dengan cacatnya lengan tangan kanan saya,” katanya.

”Saya untuk pegang mouse computer, dan memutar gas motor saja tidak maksimal, belum lagi angkat-angkat barang. Jadi sama saja ini tangan saya menjadi cacat,” sambung Taufik.

Dia mengaku harus merasakan cacat atas dugaan malapraktik di rumah sakit tersebut. Sebab lengan tangan kanannya sudah tidak lagi berfungsi dengan baik setelah dilakukan tindakan operasi.

Konidisi tangannya itu, kata dia, juga berdampak pada penurunan pendapatannya. Pasalnya, dia tidak dapat mengerjakan pekerjaan yang seharusnya menggunakan tetikus (mouse) pada komputer.

”Jadi mouse (tetikus) ini buat kalau saya jualan produk, karena tidak digunakan saya hanya mendapatkan gaji Rp4 juta per bulan. Namun ketika tangan saya berfungsi memainkan mouse bisa mendapatkan tujuh sampai delapan juta rupiah per bulan,” ujarnya.

”Saya ini korban, saat itu pernah berkomunikasi dengan dokter Aldico. Ia mengakui apabila bersalah. Jadi kalau Rp50 juta, sangat tidak pantas, sebab kerugian dari materi saja sudah ratusan juta. Belum lagi kesakitan yang rasakan pada tangan kanan,” tambahnya.

Kuasa Hukum Taufik, Rio Saputro, menambahkan, kliennya sudah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah untuk keperluan berobat dan operasional.

”Ya bantuan kerahiman yang disebutkan ditolak, dan kami akan melanjutkan lagi pada sidang pekan depan di Hari Kamis,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Bagian Hukum Pemkab Bekasi, Suhup, menuturkan, uang kemanusiaan yang diberikan senilai Rp50 juta merupakan bentuk perhatian dari pemerintah daerah.

Dia menyatakan, uang kerahiman yang diberikan bukan untuk permadamaian ataupun pemerintah mengakui kesalahan.

“Ini kan proses sidangnya masih mediasi, namun dari pemerintah daerah disediakan Rp50 juta bentuk kemanusiaan. Dan kalau tidak mau nanti akan dibahas kembali pada sidang lanjutan,” jelasnya.

Sebelumnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi disebut mengajak damai terkait gugatan dugaan malapraktik kepada peserta Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Taufik Hidayat. Menurut Taufik, hal itu disampaikan dalam sidang dengan agenda mediasi yang digelar belum lama ini.

Meskipun ada upaya perdamaian, Taufik meminta pihak RSUD untuk memperbaiki pelayanan supaya tidak ada korban dugaan malapraktik seperti apa yang sudah dialaminya.  ”Saya minta pergantian pengobatan medis yang lebih baik, namun tidak menggunakan BPJS Kesehatan melainkan jalur umum,” harapnya. (and)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − 5 =

Close
Close