BekasiMetropolis

Ketua Katar Bekasi Utara Minta Maaf

Katar
ISLAH: Ketua Karang Taruna Kota Bekasi, Ismail (pertama kiri), Wartawan Radar Bekasi, Ahmad Pairudz (kedua kiri), Ketua Katar Kecamatan Bekasi Utara, Heri Maulana (ketiga kiri) dan Pemimpin Redaksi Radar Bekasi, Andi Ahmadi (keempat kiri) bersalaman usai pertemuan di Ruang Rapat Kantor Radar Bekasi, Kamis (12/9). NEO/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Ketua Karang Taruna (Katar) Bekasi Utara, Heri Maulana atau Heri Cemong menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya kepada Wartawan Radar Bekasi, Ahmad Pairudz. Hal itu dia sampaikan saat mendatangi Kantor Radar Bekasi di Ruko Sun City, Kelurahan Margajaya, Kamis (12/9) sore.

Heri datang bersama dengan sejumlah pengurus Karang Taruna Bekasi Utara didampingi Ketua Karang Taruna Kota Bekasi, Ismail. Kehadirannya diterima oleh Pemimpin Redaksi Radar Bekasi, Andi Ahmadi.

Dalam pertemuan tersebut, Heri juga bertemu dengan Pay, sapaan akrab Ahmad Pairudz. Dia langsung menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang dia lakukan beberapa waktu lalu. ”Saya menyampaikan permohonan maaf saya atas kejadian kemarin,” katanya kemarin.

Menanggapi hal itu, Pemred Radar Bekasi, Andi, mengatakan, pihaknya menghargai iktikad baik Heri untuk meminta maaf. ”Semoga kedepannya tidak lagi terjadi tindakan demikian, dan bisa menjadi pembelajaran bersama,” katanya.

Setelah mendatangi Kantor Radar Bekasi, Heri kemudian melanjutkan perjalanan ke Kantor PWI Bekasi di Jalan Rawa Tembaga No 01, Bekasi Selatan. Di sana, Heri bertemu dengan sejumlah awak media yang tergabung dalam Jurnalis Bekasi Bersatu (JBB). Diketahui, JBB selama dua hari berturut-turut melakukan aksi unjuk rasa terkait dengan kasus yang menimpa Pay.

Pada pertemuan itu, Heri mengakui kesalahannya yang membuat insan pers merasa tersingung atas pelecehan profesi jurnalis.

”Saya meminta maaf sebesar-besarnya atas sikap saya yang tidak berkenan terhadap awak media dan saya tidak akan mengulangi lagi kesalahan saya,” ucapnya.

Koordinator Aksi Jurnalis Bekasi Bersatu, Muhammad Alfi, mengharapkan agar tidak ada lagi pelecehan profesi dan tindakan intimidasi terhadap jurnalis di Kota Bekasi. ”Kita kembali menjalin sinergitas dengan mitra pers seperti dulu,” ucapnya.

Sementara itu, Pay, menambahkan dirinya berterima kasih atas solidaritas dari awak media yang ikut menyuarakan perihal kemerdekaan pers. Khususnya, mengenai peristiwa yang menimpanya.

”Terima kasih yang sebesar besarnya saya ucapkan kepada rekan-rekan media yang begitu peduli dan mendukung saya selama dua hari ini,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Bekasi Bersatu melakukan aksi unjuk rasa di Kota Bekasi selama dua hari kebelakang. Mereka mengecam intimidasi yang dilakukan Heri kepada Pay. (neo/pay)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × three =

Close
Close