BekasiPendidikan

Siapkan Regenerasi Penyelenggara Pesta Demokrasi

Radarbekasi.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi membuka program Sekolah Kader Pengawas Pemilu sebagai upaya menyiapkan regenerasi penyelenggara pesta demokrasi. Program ini dapat diikuti oleh siswa maupun mahasiswa di wilayah setempat.

Ketua Bawaslu Kota Bekasi Tomy Suswanto mengatakan, program ini sebagai persiapan kaderisasi dan regenerasi dalam penyelenggaraan pemilu pada tingkat pengawas. Program ini sudah dilakukan sosialisasi kepada pelajar maupun mahasiswa.

”Bentuk sosialisasinya kita hanya melalui website dan akun media sosial yang kami miliki. Jadi yang ingin mendaftarkan diri bisa melihat syarat maupun informasi lainnya disitu,” terang Tomy kepada Radar Bekasi melalui sambungan selulernya, Kamis (12/9).

Adapun syarat untuk mengikuti program itu antara lain usia minimal 19-30 tahun dengan pendidikan minimal SMA, serta memiliki pengalaman atau sedang menjadi pengurus organisasi.

Pendaftaran program ini sudah mulai dibuka pada 10 hingga 14 September 2019. Dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat hanya mendapatkan kuota masing-masing 3 orang untuk mengirimkan perwakilannya.

”Kalau dilihat syarat umur mungkin kebanyakan kita akan ambil dari mahasiswa, dan masing-masing hanya terpilih 3 orang dari kabupaten kota, jadi jumlah keseluruhan (se-Jawa Barat) nantinya ada 81 orang,” katanya.

Para peserta akan mendapatkan pemahaman tentang pemilu mulai dari regulasi, hingga teknis pengawasan di lapangan. Pelaksanaan program ini akan dilakukan selama tujuh hari mulai dari 23-29 September 2019.
”Metodenya sendiri akan dilaksanakan dalam 4 kerangka salah satunya pembelajaran di dalam kelas selama 3 hari, pembelajaran lapangan selama 2 hari, evaluasi selama 1 hari dan merumuskan rencana tindak lanjut (RTL) selama 1 hari,” terangnya.

Dengan program ini, para pelajar maupun mahasiswa dapat memahami tugas dari Bawaslu sebagai pengawas, KPU sebagai pelaksana, dan DKPP sebagai dewan penyelenggara kehormatan pemilu. Melalui program yang dilaksanakan secara nasional ini, pihaknya berharap dapat memiliki regenerasi penyelenggara pemilu yang mumpuni dalam pelaksanaan pesta demokrasi pada masa mendatang.

”Dalam pendidikan ini kita harapkan generasi penerus bangsa yang masih terbilang muda bisa menghadirkan pesta demokrasi yang lebih baik dibanding tahun-tahun yang lalu,” pungkasnya. (cr46)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen − one =

Close
Close