Politik

Termuda, Yogi Bekerja Sesuai Tupoksi

Radarbekasi.id – Anggota DPRD Kota Bekasi dari fraksi Golkar, Yogi Kurniawan merupakan yang termuda setelah setelah dilantik pada Kamis (5/9) lalu. Sebagai anggota DPRD periode 2019-2024, Yogi baru memasuki usia 33 tahun.

Yogi sendiri memang bukan orang baru terjun ke dunia politik. Karir politiknya dimulai setelah dirinya terpilih sebagai Ketua Angkatan Muda Pemuda Golkar (AMPG) pada tahun 2017 lalu. Bermodalkan itu, kini ayah dari satu anak tersebut sudah memiliki jabatan dengan tanggung jawab yang besar untuk masyarakat Kota Bekasi.

Baginya, usia muda masuk dunia politik adalah hal penting. Terlebih, di tengah perkembangan Kota Bekasi saat ini. Untuk membuktikan dirinya mampu bersaing dengan politisi senior di Golkar, Yogi akhirnya terpilih sebagai anggota dewan lewat Partai Golkar dari dapil Bekasi Selatan dan Bekasi Timur.

”Kebetulan usai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 lalu, saya diundang oleh Wali Kota Bekasi, yang juga merupakan Ketua DPD Partai Golkar, Rahmat Effendi. Saya di dorong untuk bersedia mejadi calon anggota legislatif dari partai Golkar mewakili AMPG,” tuturnya kepada Radar Bekasi, Kamis (12/9).

Yang pasti, kata dia, setelah dilantik baru menyadari bahwa dari 50 anggota DPRD yang diambil sumpah, dirinya menjadi politisi termuda di DPRD Kota Bekasi. Baginya hal itu tidak menjadi persoalan, tinggal bagaimana menyesuaikan diri dengan para politisi senior.

”Asal mau belajar dan bisa menyesuaikan diri dengan para anggota dewan lainnya. Selain itu juga harus fokus di bidang yang digeluti sesuai tugas dan fungsi (tupoksi) dalam memperjuangkan aspirasi rakyat,” ucapnya.

Lebih lanjut pria yang saat ini juga menjabat sebagai bendahara fraksi Partai Golkar, memiliki cukup banyak usaha sebagai Owner Rumah Makan (RM) Wulan Sari.

”Ya, memang besik saya pengusaha. Terkenalnya pengusaha Rumah Makan Wulan Sari,” bebernya.

Kembali pada tupoksi sebagai anggota dewan, Yogi akan mengawal setiap kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang berpihak pada rakyat. Salah satunya, Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK).

”Saya sebagai wakil rakyat, akan mengawal keberlangsungan program KS-NIK, karena ini berkaitan dengan hajat orang banyak untuk memberi jaminan kesehatan kepada masyarakat,” terang Yogi. (dan)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 + 17 =

Close
Close